
Saham Spotify turun 6,85% dalam sebulan terakhir dan melewati rata-rata pergerakan 200 hari, menunjukkan volatilitas pasar. Meski demikian, analis Evercore ISI mempertahankan peringkat "Outperform" dan menaikkan target harga menjadi $700, menandakan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Spotify. Investor menantikan laporan keuangan Q3 pada 22 Oktober 2026 dengan proyeksi pendapatan naik 15,31% menjadi $5,76 miliar, namun laba per saham diperkirakan turun 15,4% menjadi $3,24. Outlook ini menunjukkan potensi pertumbuhan sekaligus tantangan bagi raksasa streaming ini.
Harga saham Spotify (SPOT) di Pluang tercatat sebesar USD 491,52 pada 29 September 2026 pukul 21.46 WIB, turun 1,20% dalam sehari terakhir. Meski artikel menyebutkan penurunan 6,85% dalam sebulan terakhir, harga saham ini masih jauh di atas titik terendah 52 minggu sebesar USD 412,75 namun di bawah titik tertinggi 52 minggu sebesar USD 728,47. Data Pluang juga menunjukkan aktivitas jual yang dominan sebesar 95%, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang laporan keuangan kuartal ketiga Spotify yang akan dirilis pada 22 Oktober 2026.