
Saham perusahaan pengiriman melonjak ke level tertinggi lebih dari satu dekade akibat krisis berkepanjangan di Selat Hormuz yang mengganggu pasokan kapal global. Tarif angkutan dan harga saham naik tajam karena kapal tanker harus menempuh rute lebih panjang dan biaya asuransi meningkat, sehingga pasokan kapal menjadi ketat. Meskipun reli ini didorong oleh ketidakstabilan geopolitik, analis memperingatkan bahwa de-eskalasi di Timur Tengah atau kesepakatan damai di Ukraina bisa cepat membalikkan keuntungan ini. Namun, beberapa ahli pasar percaya gangguan ini telah mengubah rute dan pola permintaan pengiriman secara permanen, mendukung kekuatan sektor ini ke depan.