
Saham Tapestry turun 16% setelah hasil FY26 yang sesuai dengan perkiraan perusahaan, termasuk pertumbuhan pendapatan dan margin laba yang melambat di kuartal keempat. Meski demikian, penurunan ini dianggap reaksi berlebihan karena perusahaan mempertahankan prospek FY27 dan kondisi keuangan tetap kuat dibandingkan pesaing. Rasio harga terhadap laba ke depan saham lebih tinggi dari rata-rata masa lalu tapi masih kompetitif. Investor perlu mempertimbangkan bahwa reaksi pasar mungkin belum mencerminkan prospek dan kinerja perusahaan yang stabil.