
Raytheon mendapatkan kontrak senilai $6,3 miliar selama lima tahun, dengan opsi tambahan dua tahun, untuk memproduksi dan memelihara interceptor Standard Missile-3 Block IB. Interceptor ini penting untuk pertahanan misil, melindungi pasukan AS, sekutu, dan infrastruktur dari ancaman misil balistik. Kontrak ini mendukung pengisian kembali persediaan yang telah digunakan dalam pertempuran sejak 2024 dan memastikan produksi berkelanjutan di fasilitas Raytheon di Arizona dan Alabama. Kesepakatan ini menegaskan peran Raytheon dalam mengembangkan teknologi pertahanan misil di tengah ancaman global yang berkembang.
Saham Raytheon Technologies Corp (RTX) naik 2,77% ke USD 185,25 per 9 Oktober 2026 pukul 04.21 WIB di Pluang, bergerak lebih dekat ke harga terendah 52 minggu USD 157,00 dibandingkan harga tertinggi USD 225,49. Imbal hasil dividen saham ini sebesar 1,62%, dan seluruh aktivitas order di Pluang adalah pembelian, menunjukkan minat kuat investor pada perusahaan pertahanan sektor industri ini setelah berita kontrak senilai $6,3 miliar.