
Snap Inc. akan merilis laporan laba kuartal kedua 2026 dengan perkiraan kerugian $0,12 per saham dan pendapatan sekitar $1,54 miliar, naik hampir 14% dibanding tahun lalu. Meski pendapatan meningkat, Snap masih belum untung, tercermin dari rasio P/E negatif -20,18. Perusahaan menunjukkan likuiditas kuat dengan rasio lancar 3,53, namun kekhawatiran soal pertumbuhan pendapatan iklan utama masih ada, sehingga beberapa analis seperti Jefferies menurunkan target harga saham. Investor akan mengamati apakah Snap bisa mencapai profit konsisten di tengah persaingan ketat iklan digital.