
Phillips 66 mengumumkan menjadi pembeli minyak mentah Venezuela terbesar ketiga di dunia dengan memperluas armada dan memanfaatkan pengecualian Jones Act dari pemerintahan Trump. Langkah ini bagian dari strategi mengamankan minyak berat dengan harga diskon, sementara Trump mengkritik Exxon dan Chevron yang meraih keuntungan besar akibat kenaikan harga minyak karena perang Iran. Armada Phillips 66 tumbuh empat kali lipat dalam dua tahun, mendukung 40% permintaan minyaknya. Meskipun saham sempat turun, harga saham perusahaan naik 57% tahun ini, didukung laba kuartalan sebesar $3,8 miliar akibat harga bensin tinggi dan kondisi pasar.