
Philip Morris International (PM) menunjukkan kekuatan harga yang kuat di produk tanpa asap premium seperti IQOS, ZYN, dan VEEV One, yang kini menyumbang lebih dari 41% pendapatan. Peralihan ini mendukung pertumbuhan jangka panjang meski rokok tradisional menurun. Arus kas bebas yang kuat, pertumbuhan dividen, dan utang yang lebih rendah mendukung valuasi premium, dengan kenaikan dividen diperkirakan pada September. Risiko meliputi tantangan regulasi di AS dan Jepang, persaingan meningkat, serta investasi AS yang lebih besar pada 2026, namun PM tetap layak dibeli bagi investor yang fokus pada dividen dan diversifikasi pendapatan.