Home/Umpan Berita/Dividen P&G lebih tahan banting dibanding Hershey saat biaya naik, penting untuk pensiunan cari pendapatan stabil. Procter & Gamble (P&G) dan Hershey sama-sama memiliki sejarah panjang membayar dividen, tapi model bisnis P&G yang terdiversifikasi membuat dividennya lebih stabil saat biaya naik, berbeda dengan Hershey yang rentan karena bergantung pada harga kakao. P&G memiliki catatan kenaikan dividen selama 70 tahun dan arus kas yang kuat, sementara Hershey menghadapi volatilitas margin akibat fluktuasi harga kakao. Untuk pensiunan yang butuh pertumbuhan dividen yang andal di tengah inflasi dan kenaikan biaya komoditas, P&G adalah pilihan lebih aman, sedangkan Hershey menawarkan hasil lebih tinggi tapi dengan risiko lebih besar dari biaya input yang berfluktuasi.
Per 25 September 2026 pukul 20.22 WIB, saham Procter & Gamble (PG) diperdagangkan di harga USD 145,50 dengan perubahan harian -0,14% dan hasil dividen sebesar 2,99% di Pluang. Hershey (HSY) memiliki harga lebih tinggi di USD 166,50 dengan penurunan harian sedikit lebih besar -0,23%, serta hasil dividen 3,48%. Meskipun hasil dividen Hershey lebih tinggi, kapitalisasi pasar PG yang besar sebesar $338,37 miliar dan aktivitas beli dominan 92% di Pluang menunjukkan daya tariknya bagi investor yang mengutamakan stabilitas pertumbuhan dividen saat biaya melonjak.