
Saham Petrobras (PBR) melonjak lebih dari 11% setelah putaran pertama pemilihan presiden Brasil, didorong oleh harapan perubahan politik seperti kemungkinan kepresidenan Bolsonaro yang dapat menghapus pajak ekspor dan memperbaiki tata kelola. Perusahaan diperdagangkan dengan valuasi rendah dan hasil dividen hampir 9%, serta mencatat hasil kuartal kedua 2026 yang kuat dengan produksi dan arus kas yang baik. Namun, risiko tetap ada dari intervensi harga bahan bakar dan pajak pemerintah. Pemilihan putaran kedua pada 25 Oktober menjadi katalis penting bagi arah saham ini ke depan.
Saham Petrobras diperdagangkan pada harga USD 23,85 di Pluang per 7 Oktober 2026 pukul 03.44 WIB, turun tipis 1,20% dalam sehari. Saham ini menawarkan hasil dividen sebesar 6,94%, menarik bagi investor yang fokus pada pendapatan meski ada volatilitas. Sentimen pasar saat ini condong ke arah jual, dengan 88% order di Pluang untuk Petrobras adalah order jual.