
Novartis mengumumkan bahwa uji coba fase III untuk del-desiran pada pasien distrofi miotonik tipe 1 gagal menunjukkan perbaikan signifikan, menyebabkan harga saham ADS turun hampir 14%. Setelah itu, Pomerantz LLP memulai penyelidikan apakah Novartis dan beberapa eksekutifnya terlibat dalam penipuan sekuritas atau praktik bisnis ilegal lainnya. Investor yang terdampak penurunan saham didorong untuk menghubungi firma hukum tersebut untuk kemungkinan ikut serta dalam gugatan class action. Penyelidikan ini dapat memicu tantangan hukum dan mempengaruhi reputasi serta kinerja saham Novartis lebih lanjut.
Saham Novartis diperdagangkan pada harga USD 141,66 di Pluang per 8 Oktober 2026 pukul 21.13 WIB, turun 1,13% pada hari itu, berada lebih dekat ke harga terendah 52 minggu sebesar USD 121,80 dibandingkan harga tertinggi USD 168,62. Imbal hasil dividen saham ini sebesar 3,31%, sementara aktivitas order di Pluang menunjukkan sentimen jual kuat dengan 97% order menjual. Kondisi perdagangan ini menunjukkan kehati-hatian investor setelah berita negatif terkait hasil uji coba Novartis.