
Saham Opendoor turun 7% setelah CEO Kaz Nejatian mengumumkan penundaan 6-8 minggu untuk mencapai titik impas laba bersih yang disesuaikan, bersamaan dengan kenaikan imbal hasil Treasury ke level tertinggi tiga tahun. Model bisnis perusahaan yang membawa inventaris rumah di neraca sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, meningkatkan biaya pembiayaan dan memperlambat penjualan rumah. Meski mengalami kemunduran, Opendoor memperkirakan pertumbuhan pendapatan 10-15% kuartal ini dan menargetkan profitabilitas dalam satu tahun. Sektor perumahan yang lebih luas juga menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga, dengan pesaing Offerpad dan Zillow mengalami penurunan lebih kecil. Investor akan mengamati data inflasi konsumen dan pertemuan Federal Reserve berikutnya untuk dampak lebih lanjut pada saham perumahan yang sensitif terhadap suku bunga.