
Saham Opendoor Technologies turun 24% dalam sebulan terakhir meski sempat naik 5%, lebih buruk dibandingkan pesaing seperti Offerpad dan Zillow. Penurunan ini mencerminkan tantangan pasar properti yang lebih luas, termasuk kenaikan suku bunga hipotek yang meningkatkan biaya pembiayaan dan memperlambat penjualan inventaris bagi perusahaan yang memegang rumah di neraca mereka. Namun, penurunan Opendoor yang lebih tajam dibanding Offerpad menunjukkan adanya kekhawatiran spesifik perusahaan di luar tren pasar umum. Investor disarankan memantau apakah Opendoor dapat mempertahankan kenaikan terbaru atau turun lebih jauh, serta mengelola posisi dengan hati-hati karena volatilitas tinggi.
Saham Opendoor Technologies naik 5,66% ke harga USD 2,71 di Pluang per 22 September 2026 pukul 02.21 WIB, meskipun berada dekat dengan titik terendah 52 minggu di USD 2,56. Kapitalisasi pasar saham ini mencapai $2,49 miliar dengan volume perdagangan lebih dari 40 juta saham, menandakan minat investor yang kuat di tengah volatilitas. Zillow Group, perusahaan sejenis di sektor properti, juga naik 3,40% ke USD 31,28, menunjukkan ketahanan pasar yang lebih luas.