
BlackRock, manajer aset terbesar dunia, melaporkan hasil kuartal kedua 2026 yang kuat dengan margin operasi 40% meski tarif menurun di industri. Perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan dari sumber baru sebesar 40% secara tahunan, membantu mengimbangi tekanan biaya dari pesaing manajemen aktif. Namun, ada risiko tersembunyi dari praktik peminjaman sekuritas di ETF yang bisa menimbulkan risiko mitra dalam krisis likuiditas parah. Meski laporan laba solid, penulis tetap berhati-hati memegang saham BlackRock untuk jangka panjang.