
Raytheon mendapatkan kontrak senilai $745 juta dari Missile Defense Agency untuk produksi dan pemeliharaan interceptor Standard Missile-3 Block IIA, meningkatkan pertahanan terhadap ancaman misil balistik. SM-3 IIA, yang dikembangkan bersama mitra Jepang, memiliki kecepatan dan jangkauan lebih baik untuk melindungi dari misil jarak pendek hingga menengah. Raytheon memperluas kapasitas produksi, termasuk peningkatan fasilitas di Alabama senilai $115 juta, dan membuka lowongan kerja untuk mendukung program ini. Kontrak ini memperkuat kemampuan pertahanan misil AS dan sekutunya di tengah ancaman yang berkembang.