
Jito (JTO) mengalami penurunan signifikan dengan Total Value Locked (TVL) turun lebih dari $193 juta menjadi $1,076 miliar, serta penurunan fee sebesar 58,56%, menandakan aktivitas pengguna dan pendapatan yang berkurang. Pasar perpetual menunjukkan net outflow dan sinyal bearish, mencerminkan modal yang keluar dari pasar. Namun, penarikan token di spot exchange yang terus berlanjut mengindikasikan beberapa investor mungkin sedang mengakumulasi atau menahan token, meski pembelian baru belum terkonfirmasi. Aktivitas campuran ini menimbulkan ketidakpastian terkait dukungan harga dan kekuatan pasar Jito dalam waktu dekat.
Per 15 Oktober 2026 pukul 20.22 WIB, Jito (JTO) diperdagangkan di Pluang dengan harga Rp8.071, turun 11,94% dalam sehari dan kapitalisasi pasar sebesar Rp4,32 triliun. Aktivitas order di Pluang menunjukkan 82% penjualan dengan waktu tahan rata-rata 30 hari. Penurunan harga yang signifikan ini sejalan dengan laporan penurunan TVL dan biaya, menandakan tantangan pasar yang sedang dihadapi JTO.