
JPMorgan Equity Premium Income ETF (JEPI) tertinggal dari S&P 500 di 2026 dengan imbal hasil 6% dibanding 13% indeks. Ini karena strategi JEPI menjual opsi call yang kurang menguntungkan saat volatilitas rendah dan pasar didominasi saham teknologi. Imbal hasil JEPI turun seiring volatilitas yang rendah, mengurangi premi opsi dan distribusi. Namun, dana ini dirancang untuk unggul di pasar yang bergejolak dengan volatilitas tinggi, di mana strategi pendapatannya lebih baik dari kenaikan indeks. Investor yang menginginkan pendapatan bulanan stabil dan risiko ekuitas rendah cocok dengan JEPI, sementara yang fokus pada total return bisa memilih lain. Kembalinya volatilitas pasar bisa mengembalikan performa relatif JEPI dalam jangka waktu tertentu.