
Pada 2023, investor obligasi mengalami kerugian, dengan ETF obligasi utama seperti iShares Core US Aggregate Bond ETF turun 4% dan iShares 20+ Year Treasury Bond ETF turun hampir 7%. Meski demikian, investor menanamkan dana sebesar $625 miliar ke ETF dan reksa dana obligasi hingga Agustus, rekor tertinggi sejak 2010. Tren ini menarik karena biasanya investor menghindari aset yang berkinerja buruk, namun dana obligasi tetap menarik modal besar. Aliran dana ini menunjukkan investor mungkin mencari eksposur obligasi untuk diversifikasi atau pendapatan meski mengalami kerugian baru-baru ini.
ETF obligasi seperti iShares Core US Aggregate Bond ETF (AGG) dan iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLT) masih diperdagangkan di bawah harga tertinggi 52 minggu di Pluang, dengan AGG di USD 96,17 dan TLT di USD 81,81. Kedua ETF ini menunjukkan kenaikan harian masing-masing +0,22% dan +0,69%, menandakan adanya minat beli jangka pendek. Data ini tercatat per 21 September 2026 pukul 19.21 WIB.