
Ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran mendorong harga minyak Brent melewati $100 per barel, meningkatkan kekhawatiran inflasi. Harga minyak dan produk olahan yang tinggi diperkirakan akan mendorong kenaikan harga konsumen, memberi tekanan pada pasar obligasi dan saham. Analis lebih memilih saham energi seperti PBR, CVE, dan CNQ dibandingkan investasi langsung di minyak karena profil risiko dan imbal hasil yang lebih baik. Volatilitas pasar kemungkinan berlanjut hingga ketegangan geopolitik mereda atau pasokan minyak membaik.