
Harga emas naik sekitar 7% pekan lalu, mencatat kenaikan mingguan terbaik sejak Januari. Kenaikan ini didorong oleh dolar AS yang melemah, imbal hasil Treasury yang turun, dan data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve. Selain itu, bank sentral China menambah cadangan emas di Hong Kong untuk mendukung ambisi kota tersebut menjadi pusat perdagangan emas utama. Indikator teknikal menunjukkan penambang emas dan ETF emas berpotensi terus naik, dengan kondisi opsi yang menguntungkan strategi bullish.