
Disney World menaikkan harga tiket premium, seperti "Incredi-Pass" naik Rp1,7 juta menjadi hampir Rp7 juta dan tiket tahunan kelas atas naik Rp1,7 juta menjadi sekitar Rp27 juta. Harga tiket termurah tetap sama untuk membantu keluarga menghadapi inflasi dan tantangan ekonomi. Disney juga memperluas taman bermain dengan area bertema baru dan menguji alat AI untuk membantu pengunjung merencanakan kunjungan yang lebih terjangkau. Jumlah pengunjung meningkat, namun perusahaan juga melakukan pengurangan karyawan, termasuk pemutusan hubungan kerja di divisi televisi.
Per 7 Oktober 2026 pukul 00.41 WIB, saham Walt Disney Co (DIS) diperdagangkan di harga USD 103,80 di Pluang dengan kenaikan tipis 0,18% dalam sehari terakhir. Saham ini mendapat minat beli kuat dari investor Pluang sebesar 92% dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar 178,90 miliar dolar AS. Kepercayaan investor yang stabil ini terjadi bersamaan dengan penyesuaian harga tiket taman hiburan Disney dan ekspansi produk, dengan hasil dividen sebesar 1,45% sebagai daya tarik tambahan.