Home/Umpan Berita/Saham Credo Technology turun 43% meski pendapatan tumbuh 115%; analis prediksi bisa hampir dua kali lipat. Credo Technology, perusahaan semikonduktor fabless yang fokus pada konektivitas pusat data AI, melaporkan pertumbuhan pendapatan 115% dan melampaui ekspektasi laba, namun sahamnya turun 43% dari puncak 52 minggu. Penurunan ini dipicu kekhawatiran konsentrasi pelanggan, dengan dua klien menyumbang lebih dari 60% pendapatan. Meski begitu, analis Wall Street tetap optimis dengan target harga rata-rata yang mengindikasikan potensi kenaikan 60,6% dan prediksi tertinggi yang menyebut saham bisa hampir dua kali lipat. Masa depan perusahaan bergantung pada pertumbuhan produk optik dan permintaan berkelanjutan dari pelanggan utama pada paruh kedua tahun fiskal 2027.
Credo Technology diperdagangkan pada harga USD 183,00 di Pluang per 21 September 2026 pukul 18.51 WIB, naik 4,04% dalam satu hari terakhir. Kapitalisasi pasarnya mencapai $33,06 miliar, jauh di bawah harga tertinggi 52 minggu sebesar $302,52. Berbeda dengan Marvell Technology, saham teknologi lain di Pluang, yang diperdagangkan pada USD 250,64 dan naik 2,62% hari itu, menunjukkan momentum berbeda di sektor semikonduktor.