Home/Umpan Berita/ETF Bitcoin diprediksi tiga kali lipatkan aset emas meski rugi baru-baru ini, kata analis Bloomberg. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, memprediksi ETF Bitcoin akan melampaui aset ETF emas hingga tiga kali lipat karena minat investor muda dan adopsi institusional yang meningkat. Namun, ia juga mengakui ETF Bitcoin baru-baru ini "membakar uang tunai," artinya dana masuk tidak sebanding dengan pertumbuhan aset akibat kinerja harga yang buruk. Dalam setahun terakhir, ETF Bitcoin seperti iShares Bitcoin Trust turun signifikan, sementara ETF emas naik. Analis ini yakin pertumbuhan jangka panjang Bitcoin akan mengalahkan emas seiring generasi muda mewarisi kekayaan dan memilih Bitcoin sebagai penyimpan nilai, meski emas tetap aset yang dihormati dengan rekam jejak kuat. Investor perlu memantau apakah lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini bertahan dan apakah dapat mempersempit keunggulan emas hingga akhir tahun.
Menanggapi pandangan analis tentang potensi ETF Bitcoin yang bisa melampaui ETF emas, di Pluang per 18 September 2026 pukul 04.12 WIB, iShares Bitcoin Trust (IBIT) diperdagangkan pada harga USD 43,28 dengan kenaikan harian sebesar +0,56% dan kapitalisasi pasar sebesar $62,08 miliar. Sementara itu, SPDR Gold Trust (GLD) berada di harga lebih tinggi yaitu USD 397,88, naik 1,57% pada hari tersebut, dengan kapitalisasi pasar lebih besar yaitu $145,05 miliar. Pengguna Pluang biasanya memegang IBIT selama 38 hari dibandingkan 70 hari untuk GLD, dengan minat beli lebih tinggi pada ETF emas sebesar 78% dibandingkan 33% pada ETF Bitcoin.