Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Blog

Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!
shareIcon

Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

3 Mar 2021, 3:00 AM·READING_TIME
shareIcon
Kategori
Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

Harga Bitcoin yang terus meroket, dan bahkan sempat menyentuh kapitalisasi pasar US$1 triliun, kini bikin para investor mulai cari cara membanding-bandingkan aset kripto tersebut dengan aset investasi lain yang sepadan. Yakni, emas.

Kedua aset ini kerap dibandingkan setelah investor meyakini bahwa Bitcoin dan emas adalah dua instrumen yang efektif untuk melindungi kekayaan dari gerusan inflasi. Manfaat dua aset tersebut kian kentara setelah kebijakan fiskal dan moneter di beberapa negara melanjutkan tren pelonggaran. Di mana, hal tersebut nantinya juga akan bermuara ke kenaikan tingkat inflasi.

Hanya saja, hingga saat ini, sangat jarang analis Wall Street, kepala eksekutif, ataupun investor mapan yang secara serius membandingkan kedua aset ini.

Mereka rata-rata masih menganggap Bitcoin sebagai investasi spekulatif yang berisiko bagi mereka yang ingin memperoleh untung dalam jangka pendek. Sementara itu, emas hingga kini masih dipandang sebagai aset lindung nilai yang paling aman.

Oleh karenanya, di bawah ini terdapat beberapa jawaban analis dan ahli investasi ihwal salah satu pertanyaan terbesar tahun ini: Mending investasi emas atau Bitcoin dalam 10 tahun mendatang?

Baca juga: Ini Alasan Terapkan Diversifikasi Portofolio Meski Terjadi Bull Market

Tips 5 Ahli dan Analis Investasi yang #TeamEmas 

#1 David Rosenberg: Hanya Mau Beli Bitcoin Saat Ratu Inggris Membelinya

David Rosenberg dari Rosenberg Research adalah mantan Kepala Ekonom dan Ahli Strategi untuk Merrill Lynch Kanada dan Merrill Lynch New York. Ia berujar:

“Pilihan saya jatuh kepada investasi emas di masa mendatang. Sebab, (aset ini) memiliki ribuan tahun catatan sejarah sebagai aset penyimpan nilai, nilai volatilitasnya hanya seperlima Bitcoin, dan tidak menghadapi risiko persaingan yang sama. Hari ketika Ratu Elizabeth menjual lima pon emas dari mahkotanya untuk membeli aset kripto mungkin akan menjadi hari di mana saya akan mengubah pilihan tersebut.”

#2 Phil Baker: Cara Investasi Bitcoin Tidak Akan Pernah Sama dengan Emas

Phil Baker adalah seorang Presiden dan CEO Perusahaan Pertambangan Hecla. Menurutnya:

“Emas dan perak telah menjadi penyimpan nilai dan media pertukaran setidaknya selama empat milenium di setiap peradaban di setiap sudut dunia. Aset ini memiliki aksesibilitas yang tak tertandingi bagi orang-orang dari semua status ekonomi dan pengetahuan teknologi.”

“Namun, ada ruang juga untuk aset kripto karena sifat digital mereka menunjukkan sifat yang mirip dengan karakter mendasar dari emas dan perak (proses menambang). Hanya saja, karakteristik itu tak cukup membuktikan bahwa aset kripto bisa menggantikan emas dan perak, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai logam itu sendiri.”

#3 Sylvia Carrasco: Bitcoin Cuma ‘Anak Bawang’ di Dunia Investasi

Sylvia Carrasco adalah CEO dan pendiri platform pertukaran emas Goldex. Menurutnya:

“Emas telah lama dianggap sebagai aset lindung nilai pilihan. Sementara, Bitcoin adalah ‘anak baru’, masih bisa diperdebatkan apakah aset ini akan memakan pangsa pasar emas karena sejumlah alasan.”

“Bitcoin dan emas memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan mata uang fiat. Ada kemungkinan bahwa Bitcoin suatu hari nanti bisa lenyap melalui undang-undang yang tidak bersahabat. Beberapa turunan Bitcoin telah dilarang. Perusahaan seperti Facebook yang telah mencoba untuk memulai kripto telah dilarang melakukannya. Sementara itu, emas telah mempertahankan nilainya selama berabad-abad. Apakah bitcoin akan menawarkan tingkat umur panjang yang sama?”

#4 Michael Reynolds: Tips Investasi Emas yang Baik adalah ‘Mengawinkannya’ dengan Bitcoin

Michael Reynolds adalah pejabat strategi investasi di Glenmede. Ia berujar:

“Salah satu asumsi yang mendasari kasus bullish Bitcoin adalah pasokannya yang terbatas, tetapi pasokan aset kripto, secara keseluruhan, secara teoretis tidak terbatas. Beberapa Bitcoin berguna untuk diversifikasi portofolio, tetapi sejauh ini menunjukkan korelasi yang lebih tinggi terhadap ekuitas daripada emas. Terutama selama periode tekanan pasar ekuitas ketika diversifikasi cenderung menambah nilai paling banyak.”

#5 Robert Minter: Berikan Tips (Atau Curhatan) Mengenai Investasi Emas

Robert Minter adalah direktur strategi investasi Aberdeen Standard Investments. Katanya:

“Baik aset kripto dan emas memiliki basis investor yang sangat bergairah untuk berinvestasi … Namun, ada perbedaan yang sangat jelas. Sejarah emas sebagai basis uang global berusia lima ribu tahun dan telah teruji waktu. Cara investasi emas sudah bertahan selama sekian ribu tahun. Sementara itu, Bitcoin berusia 10 tahun dan hanya ada dalam satu rezim moneter.”

“Apalagi, standar deviasi harga Bitcoin adalah 75%, menjadikannya penyimpan nilai yang mengerikan. Riwayat harga Bitcoin baru-baru ini menunjukkan bias yang besar terhadap klaim investasi spekulatif. Baru-baru ini, beberapa perusahaan memang tergoda untuk memasukkan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan untuk membantu menumbuhkan aset secara berlebihan. Padahal sebenarnya, aset kripto adalah pengganti moneter yang buruk.”

Baca juga: Cara Investasi Cryptocurrency Agar Bisa Untung Maksimal

5 Ahli dan Analis Investasi yang #TeamBitcoin

#1 Anthony Pompliano: Kapitalisasi Pasar Bitcoin akan Lampaui Emas

Anthony Pompliano adalah analis dari Pomp Investments dan Morgan Creek Digital Assets. Ia mengatakan bahwa:

“Bitcoin berhasil mencapai peningkatan 100 kali lipat dan melampaui orang yang menerapkan investasi emas sebagai penyimpan nilai sekalipun. Dunia menyadari hal ini dan mulai mengubah harga mata uang digital secara real-time.”

“Meskipun Bitcoin telah meningkat ratusan persen dalam beberapa bulan terakhir, ia kemungkinan akan terus menguat selama beberapa tahun mendatang. Saya curiga bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan melampaui kapitalisasi pasar emas pada 2030. Karena alasan ini, saya tidak memiliki emas dan saya berinvestasi sepenuhnya dalam Bitcoin.”

#2 Pavel Matveev: Bitcoin Punya Peran Penting di Sistem Keuangan Masa Depan

Pavel Matveev adalah CEO Wirex yang berujar bahwa:

“Emas dan Bitcoin terkadang digunakan sebagai sarana untuk mendiversifikasi dan menyimpan berbagai aset berharga. Bitcoin dan mata uang digital lainnya dapat dengan mudah diperdagangkan di platform. Kami telah melihat perusahaan global progresif menawarkan pembayaran dalam Bitcoin. Pihak yang pro Bitcoin seperti Tesla mengambil peran aktif dalam mempromosikannya. Likuiditas aset ini, kemudahan pertukaran, dan penggunaan yang lebih luas dalam ekonomi modern adalah beberapa pembeda utamanya dengan emas.

“Sementara itu, cara investasi atau tips investasi lindung nilai dengan emas memiliki tujuan yang relatif defensif dan konvensional. Di sisi lain, Bitcoin dan mata uang lainnya akan memiliki beberapa kegunaan, tidak terkecuali kemudahan pertukaran, pembelian, dan likuiditas di masa depan nanti.”

#3 Daniel Ives: Penggunaan Teknologi Blockchain Berpotensi Tokcer di Masa Depan

Daniel Ives adalah direktur pelaksana dan senior equity research analyst di Wedbush Securities yang mengatakan bahwa:

“Berdasarkan perkembangan belakangan ini yang tunjukkan kegunaan aset digital ini secara global, kami percaya Bitcoin akan menjadi kelas aset utama di masa depan. Meski memang, emas memiliki nilai dan keamanan yang jelas.”

#4 JP Thierot: Bitcoin Punya Apa yang Tidak Dimiliki Emas

JP Thierot adalah CEO Uphold, platform uang digital, yang menyebut bahwa:

“Mereka yang menerapkan tips investasi emas tentu melakukan hal standar dan konvensional, terutama mengukur daya belinya selama ribuan tahun. Apalagi, likuiditas emas memang konsisten dari waktu ke waktu.”

“Sementara itu, Bitcoin memiliki atribut tambahan yang menjadikannya aset yang sangat aspiratif. Apa yang tampaknya dimiliki Bitcoin, namun tidak dimiliki emas, adalah potensi untuk naik ke kelipatan tertentu dalam jangka waktu tertentu.”

#5 Mike Venute: Memilih Investasi Bitcoin dan Emas Sekaligus

Mike adalah co-portfolio manager dari Amplify Transformational Data Sharing ETF, ETF senilai US$1 miliar. Ia mengatakan bahwa:

“Saya mungkin akan memilih Bitcoin, tetapi mengapa tidak keduanya? Emas dan Bitcoin memiliki aspek yang sangat mirip jika ditempatkan dalam portofolio investor. Saya akan menambahkan emas sebagai diversifikasi. Pun, dengan tujuan itu, saya akan menambahkan Bitcoin sebagai diversifikasi.”

“Mengapa demikian? Sebab, ketika berbicara tentang aset lindung nilai, poin dasarnya adalah diversifikasi. Mempertimbangkan cara investasi emas dan Bitcoin di saat bersamaan tentu tidak ada salahnya.”

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Markets Insider

Ditulis oleh
channel logo

Dewi Kharisma

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

Artikel Terkait

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1