Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Ingin Investasi Jangka Panjang? Perhatikan Dulu 7 Tips Berikut!

Ingin Investasi Jangka Panjang? Perhatikan Dulu 7 Tips Berikut!

10 May 2023, 2:39 PM·READING_TIME
Kategori
Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah kegiatan yang bermanfaat untuk mengakumulasi kekayaan di masa depan. Namun, bagaimana cara memulainya?

 

Investasi jangka panjang merupakan tindakan yang tepat untuk mempersiapkan kondisi finansial di masa mendatang, misalnya untuk dana pensiun atau biaya pendidikan anak.

Meski mendulang manfaat baik di masa depan, investasi jangka panjang tetaplah harus dipersiapkan dengan baik. Pasalnya, menentukan kesuksesan investasi jangka panjang tidaklah mudah dan butuh pemahaman yang baik.

Nah, sebelum memulai investasi jangka panjang, yuk perhatikan dulu tujuh strateginya berikut!

Strategi Investasi Jangka Panjang

1. Mulai dengan Pengaturan Keuangan

Sebelum berinvestasi jangka panjang, pastikan kamu sudah mengetahui seberapa besar uang yang bisa kamu investasikan. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengatur keuanganmu terlebih dahulu.

Hal ini dapat kamu analogikan seperti seorang dokter yang tidak akan memberikan resep obat tanpa melakukan diagnosis terlebih dahulu. Demikian juga, kamu tidak boleh gegabah menentukan isi portofolio investasimu sebelum melalui proses perencanaan keuangan yang komprehensif.

2. Pahami Batas Waktu dalam Berinvestasi

Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda, seperti menabung untuk pensiun, membayar biaya kuliah anak-anak, atau mengumpulkan uang muka untuk rumah. Namun, yang paling penting adalah memahami batas waktu investasimu. Dalam artian, berapa lama rencananya kamu akan berinvestasi jangka panjang?

Meskipun tidak ada definisi pasti, investasi jangka panjang biasanya memiliki rentang durasi lima tahun ke atas. Dengan mengetahui periode investasi, kamu dapat memilih investasi yang tepat dan menentukan berapa banyak risiko yang harus diambil.

3. Pilih Rencana Investasi yang Sesuai dengan Tujuan

Untuk membantu menentukan alokasi aset, kamu  dapat membagi jangka waktu investasi menjadi beberapa bagian berdasarkan tanggal target yang diinginkan. Dalam hal ini, investasi jangka panjang dapat dibagi menjadi tiga bagian: 5-15 tahun, 15-30 tahun, dan lebih dari 30 tahun. 

4. Pahami Risiko Investasi Sebelum Membeli

Sebelum membeli aset investasi, pastikan kamu memahami risiko yang terkait untuk menghindari reaksi emosional yang impulsif pada saat pasar turun. Biasanya, saham dianggap sebagai investasi yang lebih berisiko dibandingkan obligasi. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi alokasi saham ketika mencapai tujuan investasi agar bisa mengunci keuntungan saat deadline periode investasimu tiba.

Namun, kamu juga perlu mengetahui jika risiko dalam kategori saham pun berbeda-beda. Misalkan, saham AS dianggap lebih aman daripada saham dari perusahaan di negara-negara berkembang karena tingkat ketidakpastian ekonomi dan politik yang biasanya lebih tinggi di daerah tersebut.

5. Pertimbangkan Biaya Investasi

Biaya investasi dapat mengurangi keuntungan dan meningkatkan kerugian.

Saat berinvestasi, terdapat dua biaya utama yang perlu dipertimbangkan: rasio biaya dari dana yang ingin kamu investasikan serta biaya manajemen yang mungkin dikenakan oleh manajer investasi. Sebagai contoh, ketika Sobat Cuan membeli saham atau reksa dana, maka imbal hasilmu tentu akan dipotong oleh biaya-biaya seperti komisi atau biaya admin. Sehingga, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan faktor ini sebelum berinvestasi jangka panjang.

6. Melakukan Diversifikasi Instrumen Investasi

Agar investasi jangka panjang lebih aman, penting untuk memahami profil risiko dan melakukan diversifikasi dengan beberapa instrumen investasi. Diversifikasi ini membantu menekan munculnya risiko dan kerugian yang dapat menghambat proses investasi.

Dengan memiliki beberapa instrumen investasi, dana dapat disebar dan risiko dapat diatasi dengan profit dari instrumen lain.

7. Mengevaluasi Strategi Investasi secara Rutin

Pastikan portofolio investasimu tetap sesuai rencana dengan memeriksanya secara teratur. Makanya, kamu pun perlu mengevaluasi kinerja asetmu setiap kuartal. Terlebih, pasar tidak selamanya cerah, ada kalanya harga aset cenderung berfluktuasi. Sehingga, ada baiknya kamu pun memikirkan ulang strategi investasimu jika hal itu terjadi.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Setelah melakukan seluruh langkah di atas, tiba saatnya kamu memilih instrumen investasi jangka panjang andalanmu. Adapun jenis-jenis investasi tersebut yaitu:

1. Saham

Berinvestasi instrumen saham dapat menjadi pilihan investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Beberapa keunggulan saham meliputi potensi kenaikan nilainya yang signifikan dalam jangka waktu panjang, dividen dari perusahaan, serta likuiditas yang tinggi. Oleh karena itu, saham adalah instrumen investasi yang cocok untuk dipertimbangkan.

Bagi pemula, penting untuk mempelajari tips investasi saham agar dapat memahami alurnya ke depan.

2. Emas

Investasi emas telah lama terbukti menguntungkan dan merupakan instrumen investasi jangka panjang yang stabil.

Nilai emas cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan jarang mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, investasi emas memiliki likuiditas yang tinggi sehingga mudah untuk ditukarkan menjadi uang tunai.

Investasi emas juga minim risiko dan tahan terhadap inflasi. Kamu dapat memulai investasi emas dalam bentuk batangan, koin, atau perhiasan. Atau, jika kamu ragu tak bisa menyimpannya, kamu bisa berinvestasi emas digital di aplikasi Pluang.

Pastikan untuk mempelajari dasar-dasar investasi emas agar dapat mengikuti perkembangan investasi ini.

3. Reksa dana

Investasi jangka panjang dapat dilakukan dengan memilih instrumen investasi yang tepat, seperti reksa dana saham.

Reksa dana saham adalah investasi yang mengalokasikan dana ke pasar saham, yang cocok untuk pemula yang ingin memulai investasi saham tanpa harus memahami seluk beluknya. Dalam investasi reksa dana saham, manajer investasi akan membantu memilihkan saham terbaik untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

4. Obligasi

Salah satu instrumen investasi yang diminati oleh pengusaha dan investor adalah obligasi. Instrumen ini berbentuk surat utang yang diterbitkan oleh peminjam untuk pemberi pinjaman dengan nama dan tanggal jatuh tempo tercantum di dalamnya.

Obligasi juga memiliki bunga yang menjadi kewajiban pinjaman dan biasanya memiliki jangka waktu investasi antara 1-10 tahun. Dengan obligasi, kamu dapat memperoleh pengembalian investasi yang menjanjikan.

5. Tanah dan Properti

Tanah dan bangunan adalah produk investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Nilai jual tanah cenderung meningkat dari tahun ke tahun, terutama jika dibangun sebuah bangunan di atasnya.

Permintaan terhadap rumah dan tanah selalu meningkat setiap tahunnya karena rumah adalah kebutuhan primer manusia. Itulah sebabnya nilai investasi properti cenderung meningkat sekitar 20% setiap tahun. 

Baca juga: Investasi Alternatif

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Forbes, Glints

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1