Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Siapapun kamu dan apapun impianmu, saatnya#BukaPluangmu

BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
income investing

Waktu baca: 6 menit

View

0

Mengenal Strategi Income Investing dan Strategi Jitunya bagi Pemula

Investor tentu ingin memiliki arus pendapatan tetap dari investasi. Dalam hal ini, mereka bisa mencoba strategi income investing. Namun, seperti apa detailnya?

Apa Itu Income Investing?

Income investing adalah strategi investasi yang berfokus pada pembentukan portofolio investasi dengan struktur tertentu yang mampu memberikan pendapatan rutin bagi sang investor.

Berdasarkan penjelasan tersebut, Sobat Cuan tentu mengetahui bahwa strategi itu bertujuan agar sang investor bisa memiliki arus pendapatan konstan dari kegiatan investasinya. Oleh karena itu, strategi ini sangat disarankan bagi Sobat Cuan yang memiliki prinsip investasi "yang pasti-pasti saja".

Dalam strategi ini, investor bisa mendapatkan arus pendapatan stabil dari beragam jenis imbal hasil investasi. Misalnya adalah dividen dari investasi saham, kupon dari investasi obligasi, atau pendapatan bunga.

Baca Juga: Ini 3 Tips Mudah Cara Menghitung Bunga Tabungan dan Contohnya

Mengapa Strategi Income Investing Bermanfaat bagi Investor?

Saat ini, investor memiliki kemudahan dalam mengakses aset-aset investasi seperti saham, aset kripto, atau produk reksa dana. Namun, sebelum memutuskan mengoleksi aset-aset tersebut, investor tetaplah harus punya strategi investasi sejak awal agar imbal dari kegiatan tersebut terbilang maksimal.

Tetapi, selain membantu mengoptimalisasi cuan, strategi investasi juga dibutuhkan agar investor bisa terhindar dari risiko-risiko yang tidak diinginkan. Kesimpulannya, tanpa strategi yang tepat, kegiatan investasi justru bisa mendatangkan buntung alih-alih untung.

Sehingga, bagi mereka yang baru memulai investasi dan belum memahami seluk-beluk investasi secara rinci, maka ada baiknya mereka memanfaatkan strategi income investing. Pasalnya, mereka bisa berkesempatan untuk mendapatkan imbal hasil konstan dari berinvestasi dan tidak perlu bersikap kelabakan ketika cuan investasi yang mereka raih terbilang jauh dari harapan.

Apalagi, risiko yang timbul dari pengambilan keputusan yang salah pun terbilang minim. Pasalnya, ketika melancarkan strategi ini, yang perlu mereka lakukan adalah "menanam benih" dan tinggal menanti waktu untuk menuai panennya. Makanya, strategi ini cocok bagi mereka yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Kendati punya risiko rendah dan bermanfaat untuk investasi jangka panjang, strategi tersebut tentu juga harus dipersiapkan dengan matang. Salah satunya adalah memilih aset unggulan berkinerja mumpuni yang benar-benar bisa memberikan arus pendapatan reguler bagi investor.

Apa Keuntungan Income Investing?

Strategi ini menawarkan beberapa keuntungan kepada investor yang menjalakannya. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menjadi Tambahan Pendapatan Tetap bagi Investor

Seorang individu produktif biasanya memperoleh penghasilan dari gaji bulanan atau profit usahanya. Namun, ketika pendapatan itu dirasa belum cukup, maka mereka bisa menggaet pendapatan tambahan secara rutin dari investasi menggunakan strategi income investing.

Pendapatan tambahan ini nantinya bisa digunakan sang investor sebagai tambahan dana ekstra untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau memenuhi tujuan finansialnya di masa depan.

Sebagai contoh, sang investor mungkin bisa memupuk cuan investasi rutinnya sebagai bagian dari dana pendidikan anak di masa depan. Implikasinya, ia pun tak usah mengalokasikan sebagian penghasilannya per bulan demi memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Berpotensi Menambah Kekayaan Seseorang

Di samping itu, strategi ini pun bisa menumbuhkan jumlah kekayaan (wealth) yang dimiliki investor.

Sekadar informasi, kekayaan tidak selalu diasosiasikan dengan jumlah uang kas yang dimiliki individu. Namun, kekayaan adalah akumulasi harta yang dimiliki, mulai dari uang tunai dan aset-aset lainnya.

Sementara itu, strategi income investing mengharuskan investor untuk berinvestasi dalam jangka waktu panjang agar hasilnya bisa optimal. Nah, sepanjang rentang waktu investasi itu, nilai aset-aset investasi sang individu, seperti saham, mungkin juga akan ikut bergerak naik. Hal ini tentu saja akan meningkatkan nilai kekayaannya di masa depan.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa strategi ini juga tidak 100% selalu berjalan mulus. Pasalnya, cuan yang didapat tentu sangat bergantung dengan kondisi eksternal, misalnya perubahan suku bunga acuan, kondisi makroekonomi, hingga pertumbuhan bisnis si penerbit instrumen investasi.

Baca juga: Pahami Aspek Legalitas Berikut Sebelum Berinvestasi di Platform Investasi!

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melakukan Income Investing?

Ketika mempersiapkan strategi untuk berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan terutama jika kamu masih pemula dalam dunia investasi ini.

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu kamu pertimbangkan sebelum melakukan strategi tersebut!

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Salah satu langkah awal dalam merencanakan strategi investasi adalah menetapkan tujuan keuangan secara jelas.

Sebelum memulai investasi, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang ingin kamu capai dan tujuan keuangan yang ingin diwujudkan di masa depan. Ketiadaan tujuan keuangan dikhawatirkan akan membuatmu mengambil keputusan investasi secara serampangan dan ujungnya akan membuatmu rugi dalam berinvestasi.

2. Bayangkan Portofolio Investasi yang Ingin Kamu Susun

Portofolio investasi adalah kombinasi dari beragam investasi dengan alokasi yang ditentukan. Dalam membentuknya, kamu perlu mempertimbangkan beberapa aspek misalnya profil risikomu atau target cuan yang ingin kamu raih.

Nah, jika kamu sudah punya bayangan tentang postur portofolio idamanmu, maka kamu bakal dengan mudah memilih aset-aset yang sekiranya bisa membantumu dalam mencapai tujuan investasi.

3. Jangan Menunda untuk Berinvestasi

Setelah kamu mantap dengan portofolio investasimu, langkah selanjutnya adalah segera mengimplementasikannya. Penting untuk tidak menunda-nunda investasi ini agar tidak melewatkan peluang besar.

Saat melaksanakan implementasi, pastikan bahwa kamu mengikuti rencana portofolio investasi yang telah kamu buat. Hal ini sangat penting karena apabila kamu mengubahnya secara tiba-tiba, maka hasilnya mungkin tidak akan optimal. Makanya, jangan mudah tergoda dan gampang terpengaruh isu-isu yang belum terkonfirmasi ya, Sobat Cuan!

4. Pantau Portofolio Investasi Secara Berkala

Mengimplementasikan investasi memerlukan waktu hingga sukses sepenuhnya. Dalam proses ini, banyak pembelajaran yang dapat diperoleh.

Oleh karena itu, melakukan peninjauan secara teratur sangatlah penting. Langkah ini juga berfungsi sebagai uji coba untuk menilai efektivitas portofolio investasi yang telah kamu buat. Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka evaluasi dan perubahan menjadi diperlukan. Dengan cara ini, kamu akan memperoleh strategi investasi yang paling sesuai dan mampu memberikan keuntungan maksimal.

Bagaimana Menerapkan Strategi Income Investing bagi Pemula?

Dalam pelaksanannya, implementasi income investing tentu perlu disertai strategi yang juga jitu. Untungnya, strategi-strategi tersebut sangat mudah dilakukan investor pemula. Lantas, apa saja strategi tersebut?

1. Memilih Aset Sesuai Tujuan Income Investing

Pemilihan aset adalah langkah krusial dalam strategi income investing.Untuk menentukan aset apa yang bakal dikoleksi, kamu tentu harus bercermin kembali kepada tujuan investasimu.

Jika ingin mendapatkan wealth tinggi di masa depan, maka kamu bisa memilih aset-aset yang nilainya berpotensi meroket di masa depan. Adapun contoh aset tersebut adalah saham-saham berkategori growth stocks.

Namun, jika tujuanmu adalah memperoleh tambahan arus kas, maka kamu bisa memilih instrumen-instrumen yang menghasilkan pendapatan stabil, atau bahkan kalau bisa didistribusikan secara rutin. Dalam hal ini, kamu mungkin bisa memilih reksa dana pendapatan tetap, obligasi, atau saham-saham berkategori value stocks.

2. Diversifikasi Aset

Diversifikasi aset adalah "kunci emas" dari strategi investasi. Pasalnya, hal ini dapat meminimalisasi risiko investasi melalui penempatan dana di beberapa aset.

Strategi diversifikasi bisa Sobat Cuan terapkan jika ingin berinvestasi dengan hasil dan risiko yang lebih terukur dan tidak rentan diterpa risiko eksternal.

Sebagai contoh, kamu ingin menikmati kenaikan nilai aset dengan berinvestasi di saham growth stocks. Hanya saja, saham kategori tersebut terbilang rentan terhadap perubahan kondisi makroekonomi, utamanya suku bunga acuan, yang bisa menjegal perusahaan jagoanmu dalam membagikan dividen.

Nah, sebagai bantalan atas risiko tersebut, kamu mungkin bisa mengombinasikannya dengan saham value stocks yang umumnya memberikan dividen secara stabil kepada investor. Tapi, ingat bahwa komposisi diversifikasi asetmu harus disesuaikan dengan tujuan keuanganmu serta profil risikomu, ya!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham AS, indeks saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Corporate Finance Institute, Schroders

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait