Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Cocok Sebagai Penyimpan Dana Darurat?
shareIcon

Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Cocok Sebagai Penyimpan Dana Darurat?

22 Nov 2022, 5:49 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Cocok Sebagai Penyimpan Dana Darurat?

Di situasi yang serba tidak pasti, dana darurat menjadi sesuatu yang mesti dipersiapkan. Namun, apakah kamu tahu bahwa persiapan dana darurat bisa dilakukan dengan berinvestasi di Reksadana Pasar Uang? Yuk, ketahui di sini!

Mengenal Dana Darurat

Situasi ekonomi terlihat tidak pasti dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat tak hanya dihadang momok inflasi, namun juga badai pemutusan hubungan kerja di mana-mana. Oleh karenanya, kamu mesti melakukan perencanaan keuangan yang baik, salah satunya adalah mempersiapkan dana darurat.

Dana darurat, seperti namanya, adalah dana yang disimpan untuk keadaan darurat seperti kecelakaan, sakit, kerusakan kendaraan hingga pemutusan kerja mendadak. Dengan kata lain, dana ini bisa menjadi "pengaman" ketika terjadi sesuatu yang tidak terduga.

Dana darurat juga bisa diartikan sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi kerugian. Dengan dana tersebut, kamu tidak perlu pusing untuk meminjam uang atau menggadaikan barang.

Setiap individu perlu memiliki dana darurat untuk menghindari kehabisan uang saat waktu yang diperlukan. Umumnya, dana darurat ideal yang dibutuhkan setara dengan biaya bulanan selama tiga hingga enam bulan ke depan. Namun, individu yang sudah berkeluarga disarankan mengumpulkan dana darurat setara enam hingga 12 kali biaya bulanan.

Lebih lanjut, dana darurat adalah fondasi utama dalam ilmu perencanaan keuangan. Artinya, dana darurat adalah dana krusial yang perlu kamu persiapkan sebelum menganggarkan uang untuk investasi atau membeli harta benda lainnya.

Nah, oleh sebab itu, Sobat Cuan yang belum mengumpulkan dana darurat harus mulai memupuknya sesegera mungkin. Namun pertanyaannya, bagaimana caranya mengakumulasi dana darurat?

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Terdapat beberapa cara untuk mengumpulkan dana darurat. Salah satu yang paling mudah adalah dengan menabung secara rutin. Dalam hal ini, Sobat Cuan bisa menyisihkan 10% hingga 20% gaji bulanan hingga mencapai target dana darurat yang diinginkan.

Sebagai contoh, asumsikan bahwa biaya bulananmu setara dengan gajimu. Sehingga, jika kamu menerima gaji Rp5 juta per bulan dan belum berkeluarga, maka kamu membutuhkan dana darurat sebesar tiga hingga enam kali gaji. Artinya, kamu membutuhkan dana darurat sebesar Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Oleh karenanya, kamu pun mengalokasikan 10% gaji, alias Rp500.000 untuk dana darurat per bulan. Hanya saja, proses tersebut akan terasa berat lantaran kamu mesti menabung dalam kurun 30 bulan untuk memupuk dana darurat tersebut.

Nah, kalau tak ingin repot-repot menabung, kamu sebenarnya bisa mengumpulkan dana darurat dengan berinvestasi. Tetapi, instrumen investasi penyimpan dana darurat harus memenuhi beberapa syarat, mulai dari likuiditas mudah alias bisa dengan cepat digunakan untuk kebutuhan hidup, bebas risiko, memiliki imbal hasil, dan mematok biaya admin yang rendah.

Untungnya, seluruh karakteristik tersebut terdapat di instrumen investasi bernama reksa dana pasar uang (RDPU). Lantas, apa sih reksa dana pasar uang?

Baca Juga: Selain Berisiko Rendah, Ini Lho 3 Manfaat Reksa Dana Pasar Uang Buat Kamu!

Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang adalah salah salah satu jenis reksa dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri. Dana himpunan investor di reksa dana ini akan dialokasikan pada efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun dan sisa jatuh tempo utang tersebut tidak lebih dari satu tahun. 

Beberapa instrumen investasi yang masuk dalam portofolio reksadana ini adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat utang alias obligasi pemerintah maupun korporasi yang tentu saja bertenor pendek.

Selama ini, reksa dana pasar uang dianggap punya risiko mini tapi sangat menguntungkan lantaran imbal hasilnya di atas rerata suku bunga deposito. Di samping itu, investasi reksa dana pun dikelola oleh perusahaan manajemen investasi sehingga Sobat Cuan tak perlu pusing mencermati pergerakan pasar uang setiap saat.

Sifat-sifat tersebut menjadikan reksa dana pasar uang sebagai instrumen investasi yang tepat untuk mengumpulkan dana darurat. Namun, di samping itu, terdapat alasan lain mengapa reksa dana pasar uang menjadi alat efektif dalam memupuk dana darurat. Berikut di antaranya.

Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu! Simak Istilah Umum Reksa Dana Ini

Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Cocok Untuk Menyimpan Dana Darurat?

1. Mudah Dicairkan

Reksadana jenis ini merupakan produk investasi yang paling mudah untuk dicairkan. Proses redemption yang berlaku mulai dari trade date+1 (T+1) atau trade date+2 (T+2). Dengan kata lain, pencairan langsung dilakukan minimal satu hari dan maksimal dua hari setelah tanggal transaksi penjualan reksa dana.

2. Potensi Keuntungan Lebih Tinggi dari Deposito

Selain aman, reksa dana pasar uang juga cenderung memberikan imbal hasil lebih oke dari deposito yang merupakan instrumen aman lainnya. Bayangkan saja, saat ini bank rata-rata mengganjar suku bunga deposito maksimal 2-4% per tahun. Sementara itu, reksa dana pasar uang bisa menghasilkan imbal hasil lebih dari 4% per tahun.

Dengan demikian, artinya kamu bisa mempercepat proses dalam mengumpulkan dana darurat. Bahkan, perkembangan jumlah dana daruratmu bisa saja melebihi target!

3. Bebas Pajak

Apakah Sobat Cuan tahu bahwa imbal hasil reksa dana pasar uang bukanlah objek pajak? Sehingga, cuan yang kamu dapatkan dari reksa dana pasar uang berpotensi tidak terpangkas alias utuh. Hal itu tentu akan sangat membantumu dalam mengumpulkan dana darurat.

Adapun aturan mengenai pengecualian imbal hasil reksa dana sebagai objek pajak tercantum di  dalam pasal 4 Ayat 2 huruf (i) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Beleid itu berbunyi bahwa yang dikenakan pajak penghasilan adalah bagian laba yang diterima anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

4. Murah dan Mudah

Sobat Cuan tak perlu capek-capek ke perusahaan manajemen investasi hanya demi berinvestasi reksa dana pasar uang. Pasalnya, produk reksa dana tersebut kini sudah menjamur di mana-mana. Bahkan, kamu bisa membelinya secara daring.

Selain itu, kamu pun tak perlu merogoh kocek dalam hanya untuk membeli satu Unit Penyertaan (UP) reksa dana pasar uang.

Di aplikasi Pluang, kamu bisa menemukan delapan produk reksa dana pasar uang yang bisa kamu miliki mulai dari Rp10.000 saja. Selain itu, kamu bisa mendapatkan reksa dana pasar uang di Pluang hanya dengan tiga kali klik saja. Investasi yang mudah dan murah kan, Sobat Cuan?

Baca Juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Arsy Ani

Right baner

Arsy Ani

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
reksa dana
Apa Saja 4 Tips dalam Berinvestasi Reksadana Syariah?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1