Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Kabar: Industri Nasional Bergeliat, Kripto Dilirik Baby Boomers
shareIcon

Rangkuman Kabar: Industri Nasional Bergeliat, Kripto Dilirik Baby Boomers

16 Sep 2021, 10:55 AM·Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Kabar: Industri Nasional Bergeliat, Kripto Dilirik Baby Boomers

Rangkuman kabar di hari Kamis (16/9)  yang manis ini berisikan sejumlah berita positif dari dalam dan luar negeri.

Yuk, simak selengkapnya di rangkuman kabar!

Rangkuman Kabar Dalam Negeri

1. Konsumsi Listrik Industri Melonjak 10,5%

PT PLN (Persero) mencatat pertumbuhan konsumsi listrik industri periode Januari-Agustus alami lonjakan 10,51% dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengindikasikan mulai bergeliatnya perekonomian pasca diterjang dampak pandemi COVID 19.

Lonjakan terbesar terdapat pada industri ekspor baja dan besi, yakni 21,7%. Berikutnya ialah industri tekstil yang melonjak 23,4% di periode yang sama.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Surplus Dagang RI Tertinggi Sepanjang Masa!

Apa Implikasinya?

Peningkatan penggunaan listrik industri mengonfirmasi pulihnya perekonomian nasional pasca pandemi. Jika konsumsi listrik melonjak, artinya kapasitas produksi nasional sudah mengarah ke kondisi pemulihan.

2. Presiden Optimis Perekonomian Kuartal III-2021 Tumbuh 4%

Presiden Joko Widodo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 ini masih berada di kisaran 4%. Optimisme tersebut dilandaskan pada rilis data ekonomi nasional yang menyebutkan indikasi pemulihan ekonomi di Indonesia.

Meski tidak setinggi kuartal II-2021 lalu lantaran pelaksanan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jokowi yakin ekonomi tetap tumbuh positif. Terlebih, kinerja ekspor Indonesia mencatat surplus tertinggi sepanjang sejarah bulan lalu.

Baca juga: Rangkuman Kabar: RI Mau Buyback Utang, El Salvador Lepas Pajak BTC

Apa Implikasinya?

Jika ekonomi nasional masih dapat tumbuh 4% kuartal ini, dampaknya akan sangat signifikan pada penerimaan negara, pemulihan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja.

Rangkuman Kabar Manca Negara

1. Aset Kripto Mulai Dilirik Baby Boomers

Platform cryptocurrency exchange tertua di Australia, BTC Markets, menyoroti semakin banyaknya baby boomers yang menjadi investor aset kripto.

Baby boomers adalah mereka yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964. Investor kalangan ini terkenal kolot dan konservatif, namun memiliki dana yang besar karena telah lama malang melintang di dunia investasi.

Namun belakangan, terjadi peningkatan investor berusia di atas 65 tahun hingga 15%. Basis pengguna platform dari kalangan ini pun kini mencapai 5% dari total atau sekitar 325.000 pengguna.

BTC Market juga melaporkan bahwa baby boomers biasanya merupakan pengguna dengan setoran awal tertinggi, yakni US$3200. Rata-rata portofolio kripto yang mereka miliki adalahg US$3700

Baca juga: Rangkuman Kabar: UMKM Jadi Primadona, Cardano Punya Smart Contract

Apa Implikasinya?

Investor berusia 65 tahun ke atas merupakan investor dengan jam terbang tinggi dan analisis yang matang. Karenanya, masuknya investor kelompok usia ini ke dalam pasar kripto mengindikasikan bahwa aset kripto mulai dilirik sebagai instrumen investasi yang serius. Semakin tinggi adopsi investor, maka permintaan aset kripto semakin meningkat. Ujungnya, harga kripto akan terkerek.

Sumber: Coin Telegraph, Bisnis Indonesia

Ditulis oleh
channel logo

Fathia Nurul Haq

Right baner

Fathia Nurul Haq

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1