Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Snapshot: Nilai FTT Semakin 'Hangus', Pemilu Paruh Waktu AS Jadi Fokus

Selamat sore, Sobat Cuan! Dari coin burning LUNC hingga pemilu paruh waktu AS, simak lima hal yang perlu kamu perhatikan hari ini!

5 Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

Sebanyak 26 Miliar LUNC Telah 'Dibakar'. Harga LUNC Siap Tebar Pesona?

Komunitas LUNA Classic (LUNC) telah membakar LUNC sebanyak lebih 26 miliar keping dalam beberapa bulan terakhir hingga hari ini. Namun, upaya itu nampaknya masih belum signifikan untuk memuliihkan harga LUNC setelah tumbang pada Mei lalu. Pasalnya, aksi pembakaran koin tersebut hanya sukses memangkas 0,4% dari sirkulasi LUNC yang saat ini berada di pasar.

Namun, sejauh ini aksi pembakaran LUNC terbilang sukses mendongkrak harga LUNC. Sepanjang September, nilai LUNC sukses meroket 95% setelah muncul kabar bahwa platform exchange Binance akan membakar biaya transaksi yang dibayar menggunakan aset kripto tersebut.

Apakah komunitas LUNC akan meneruskan skema pembakaran koin tersebut? Tunggu tanggal mainnya, ya!

Dapatkan LUNC di Sini!

Nilai FTT Ambles 20% Gara-Gara Rumor Gagal Bayar Utang

Nilai token milik platform exchange FTX, FTT, terjun 20% dalam sehari terakhir per pukul 15.18 WIB. Hal ini diduga merupakan imbas dari Binance yang pada awal pekan ini mengumumkan akan perlahan melepas kelolaan token FTT miliknya tanpa menyebutkan alasan yang jelas.

Isu ini akhirnya merembet menjadi bola salju di pasar kripto setelah muncul dugaan bahwa FTX dan firma trading "saudaranya", Alameda Research, tengah mengalami kasus insolvensi. Yakni, kasus di mana perusahaan ditakutkan tak mampu lagi membayar utang-utang jatuh temponya. Selain itu, FTX dianggap terlalu mengandalkan aset dalam bentuk aset kripto FTT.

Transaksi FTX di Sini!

Krisis Energi Eropa kian Kronis, Negara Berkembang Kena Getahnya

Bloomberg, dalam laporan terbarunya, menyebut bahwa krisis energi Eropa akan membuat negara-negara di kawasan tersebut rela merogoh kocek dalam untuk mengamankan pasokan energinya dalam bentuk gas alam dan minyak bumi. Bahkan, ekspor gas alam ke benua biru tersebut diproyeksikan meroket 60% di 2026 mendatang.

Sayangnya, hal tersebut akan berimbas ke konsumsi energi negara berkembang. Bukan hanya terpaksa membeli sumber energi lebih mahal, namun kelompok negara tersebut juga pasrah mendapatkan suplai energi yang lebih sedikit. Bahkan, ada kemungkinan negara berkembang bisa dilanda kemiskinan yang bersumber dari kelangkaan pasokan energi.

Nah, mengingat kebutuhan energi sedang membludak, investor sebaiknya mulai menitikberatkan portofolionya pada saham sektor energi seperti Exxon Mobil Corporation (XOM) dan Chevron (CVX).

Dapatkan Saham Exxon Mobil di Sini!

Dapatkan Saham Chevron di Sini!

Nvidia Tawarkan Chip Baru Sesuai Standar Ekspor Baru AS

Perusahaan chip Nvidia menawarkan chip baru yang diharapkan bisa lolos larangan ekspor chip semikonduktor buatan AS ke China. Chip yang bernama A800 itu dilaporkan sebagai prosesor pertama buatan produsen chip AS yang mengikuti kebijakan ekspor terbaru AS.

Sekadar informasi, AS telah melarang produsen chip asal AS untuk mengekspor produksinya, beserta piranti lunak canggih lainnya, ke produsen chip China pada awal Oktober lalu. Kebijakan ini ditempuh untuk menjegal inovasi teknologi dan militer China yang belakangan dianggap sebagai ancaman oleh AS.

Nvidia sendiri menyebut bahwa pelarangan ekspor tersebut akan memangkas pendapatan perseroan sebesar ratusan juta Dollar AS. Apakah penawaran chip anyar tersebut mampu menyelamatkan kinerja keuangan perseroan?

Baca Juga: Pluang Insight: NVIDIA Siap Rilis Produk Anyar, Gimana Prospek Sahamnya?

Dapatkan Saham Nvidia di Sini!

Warga AS Laksanakan Pemilu Paruh Waktu Hari Ini

Perhatian pelaku pasar tengah tertuju pada hasil pemilihan umum paruh waktu AS (midterm elections) yang berlangsung pada hari ini. Pasalnya, hasil pemilihan umum tersebut akan menentukan siapa saja yang akan duduk di dewan legislatif AS. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi penentu apakah Partai Demokrat bakal tetap menguasai kursi dewan legislatif AS atau tidak.

Jika Partai Demokrat tidak menduduki kursi mayoritas di dewan legislatif AS, maka ada kemungkinan kebijakan-kebijakan Presiden Joe Biden yang membutuhkan Undang-Undang (UU) tertentu akan mandek.

Di samping itu, mantan Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan membuat pengumuman terbaru pada pekan depan. Kuat dugaan, Trump akan mengumumkan partisipasinya di pemilihan presiden AS 2024 mendatang.

Baca Juga: Pluang Snapshot: Meta Dilanda Isu PHK, Pengiriman iPhone 14 Tertunda

Kabar Lain yang Tak Boleh Dilewatkan

  1. Perusahaan belanja daring dalam negeri, PT Global Digital Niaga Indonesia Tbk (Blibli), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini. Adapun harga penawaran umum saham perseroan dipatok Rp450 per lembar, sehingga perusahaan diharapkan bisa meraup dana hingga Rp7,99 triliun.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait