Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Snapshot: Meta Dilanda Isu PHK, Pengiriman iPhone 14 Tertunda

Selamat sore, Sobat Cuan! Saatnya menyimak sentimen pasar baru di hari baru ini lewat Pluang Snapshot berikut!

5 Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

Binance Lepas Kelolaan FTT

Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, CEO Binance Changpeng Zhao pada Minggu (6/11) mengatakan Binance akan melikuidasi kepemilikannya atas token asli platform exchange FTX, FTT. Zhao sendiri tidak menjelaskan alasan pastinya, hanya mengatakan bahwa keputusan itu dibuat berdasarkan "pencerahan terbaru".

Di samping itu, Zhao juga mengatakan akan melakukan likuidasi tersebut dengan metode yang tidak memberikan dampak negatif ke pasar.

Hal ini sempat membuat harga FTT ambles 9,5% kemarin. Peristiwa ini ditakutkan akan merembet ke Solana (SOL) dan Serum (SRM) lantaran keduanya punya utang berbasis token FTT.

Saham China bakal Reli Jika Kebijakan Zero-Covid Longgar?

Seorang strategis Goldman Sachs Group mengatakan bahwa indeks saham China bisa saja reli 20% jika pemerintah negara tirai bambu tersebut benar-benar mempertimbangkan untuk melonggarkan kebijakan Zero-Covid miliknya.

Selama sepekan terakhir, isu mengenai relaksasi kebijakan tersebut terbilang santer di kalangan pelaku pasar. Salah satu indikasinya adalah rencana pemerintah China untuk menghapus kebijakan hukuman bagi maskapai penerbangan yang mengantarkan penumpang dengan virus COVID-19 ke negara tersebut.

Hanya saja, pada Sabtu (5/11), seorang pejabat kesehatan China membuyarkan harapan tersebut. China disebutnya tetap setia pada kebijakan Zero-Covid lantaran dianggap efektif dalam menahan penyebaran COVID-19 yang paling efektif dan efisien.

Jika China benar-benar melonggarkan kebijakan tersebut, maka hal itu akan menjadi sentimen positif bagi saham perusahaan China seperti Alibaba dan Baidu.

Dapatkan Saham Alibaba di Sini!

Dapatkan Saham Baidu di Sini

Putusan Sengketa Hukum XRP vs SEC Terbit 2023

Putusan atas sengketa hukum antara XRP dan otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission) kemungkinan akan terbit pada kuartal I 2023. Kemungkinan ini muncul setelah dokumen persidangan terbaru menunjukkan bahwa hakim federal Annalisa Torres mengabulkan permintaan SEC yang meminta tambahan waktu untuk mengajukan tanggapan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan baik oleh Ripple dan pihak fasilitator persidangan (amicus curae).

Sekadar informasi, kasus hukum Ripple versus SEC bermula pada 2020 silam. Kala itu, SEC menggugat Ripple ke pengadilan federal karena dituduh mendistribusikan instrumen ilegal senilai US$1,3 miliar. Keduanya pun akhirnya bergulat dalam proses hukum selama hampir dua tahun terakhir.

Namun, pelaku pasar meyakini bahwa XRP akan memenangkan sengketa tersebut. Jika itu terjadi, maka kasus gugatan hukum ini akan menjadi sentimen positif bagi nilai XRP

Dapatkan XRP di Sini!

Meta Bakal PHK 'Gede-Gedean' Pekan Ini?

Media Wall Street Journal melaporkan, raksasa teknologi Meta Platforms bakal memangkas jumlah karyawannya pada pekan ini.

Adapun gelombang pemecatan pertama akan terjadi pada Rabu (9/11). Bahkan, Meta telah meminta pegawainya untuk membatalkan perjalanan non-esensial pada pekan ini.

Sebelumnya pada September lalu, CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg mengutarakan niat untuk melakukan reorganisasi tim dan mengurangi jumlah pegawai untuk pertama kalinya. Ia juga semoat mengatakan bahwa personil Meta kemungkinan akan lebih kecil di 2023.

Dapatkan Saham Meta di Sini!

Jadwal Pengiriman iPhone 14 Pro Hancur Karena Lockdown

Perusahaan teknologi Apple mengatakan, pengiriman seri iPhone premium miliknya, yakni iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max, bakal mundur lebih lama setelah produksi perakitannya di kota Zhengzhou, China terpaksa kena pembatasan sosial ketat alias lockdown.

Pengiriman iPhone Pro sendiri dijadwalkan pada akhir November hingga awal Desember. Hal ini patut disayangkan mengingat permintaan dua jenis ponsel pintar tersebut cukup membludak.

Dapatkan Saham Apple di Sini

Kabar Lain yang Tak Boleh Dilewatkan

  1. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mencetak pertumbuhan ekonomi 5,72% secara tahunan pada kuartal III 2022. Angka ini membaik dibanding capaian kuartal II yakni 5,44% sekaligus membuktikan bahwa Indonesia bisa lepas dari jeratan resesi.
  2. Ukraina bersiap untuk menerima serangan baru dari Rusia setelah walikota Kyiv telah meminta warganya untuk melakukan evakuasi dari ibu kota tersebut.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait