Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Snapshot: Fed Bikin Drama, Laporan Keuangan Starbucks di Depan Mata

Selamat sore, Sobat Cuan! Sore hari artinya waktu kamu untuk menyimak lima hal yang perlu kamu antisipasi dari pasar AS dan kripto untuk hari ini! Yuk, baca selengkapnya!

5 Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

The Fed Masih Ngotot Bersikap 'Hawkish'

Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jerome Powell memberi sinyal bahwa otoritas moneter itu tak akan menangguhkan kebijakan kenaikan suku bunga acuannya dalam jangka waktu dekat. Kendati demikian, Powell memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan di bulan-bulan mendatang bisa jadi akan lebih rendah dari saat ini.

Powell menyampaikan komentar tersebut pada konferensi pers selepas rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed Rabu (2/11). Dalam rapat tersebut, The Fed kembali mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin untuk keempat kalinya berturut-turut.

"Saya kira adalah hal pantas bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga acuan pada rapat mendatang atau rapat setelahnya," jelas dia. "Tapi, saat ini masih terbilang dini untuk memikirkan penundaan kenaikan bunga acuan," tambah Powell.

Komentar Powell tersebut membuat pelaku pasar ketakutan. Hasilnya, mereka pun melakukan aksi jual di pasar saham AS dan menyeret nilai indeks S&P 500 ambles 2,5% ke 3.756,69 poin pada perdagangan kemarin.

Uniknya, peristiwa itu menjadi pelemahan terparah harian S&P 500 akibat kebijakan The Fed sejak Januari 2021.

Hal ini dapat dimaklumi mengingat kebijakan moneter yang agresif selalu berdampak negatif terhadap kinerja aset berisiko. Hanya saja, kekecewaan pelaku pasar kian menjadi-jadi setelah merasa diberi harapan palsu oleh The Fed.

Asal tahu saja, The Fed pada Juli lalu sempat menebar janji manis ingin menurunkan laju kenaikan bunga acuan di Desember. Sayang, Powell kemarin justru menegaskan sikap hawkish yang lebih lama lagi.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Fitur Cetak dan Jual NFT Bakal Hadir di Instagram

Konglomerasi media sosial Meta Platforms pada Rabu (2/11) mengumumkan akan memperbolehkan creators di dalamnya untuk mencetak dan menjual Non-Fungible Tokens (NFT).

Fitur baru tersebut rencananya akan memanfaatkan jaringan Polygon dan hanya akan tersedia bagi sekelompok kecil creators terlebih dulu. Meta juga mengatakan tak akan mengenakan biaya jika creators ingin memamerkan atau membagi aset digitalnya hingga 2024 mendatang.

Dapatkan Saham Meta di Sini!

Dapatkan Aset Kripto MATIC di Sini!

Binance Siap Caplok Bank Senilai US$1 Miliar?

Platform exchange kripto Binance dikabarkan akan mengakuisisi lembaha keuangan konvensional dengan harapan "menjembatani" industri kripto dengan jasa keuangan. Bahkan, CEO Binance Changpeng Zhao disebut sudah mengalokasikan lebih dari US$1 miliar untuk aksi korporasi tersebut.

Jika kabar tersebut benar-benar terjadi, maka ada kemungkinan adopsi ekosistem Binance akan meluas. Apakah hal itu juga berdampak baik ke harga Binance Coin (BNB)?

Dapatkan Aset Kripto BNB di Sini!

Pengumuman! Starbucks dan Paypal akan Rilis Kinerja Keuangan

Musim pelaporan keuangan emiten AS masih berlangsung, Sobat Cuan! Pada Kamis (3/11), rencananya raja gerai toko kopi Starbucks dan perusahaan jasa keuangan PayPal akan merilis prestasi keuangannya sepanjang triwulan lalu.

Starbucks diharapkan akan mencetak pendapatan US$8,3 miliar dengan laba per saham US$0,73 pada kuartal lalu. Di samping itu, investor juga akan memperhatikan proses transisi manajemen baru tahun depan.

Dapatkan Saham Starbucks di Sini!

Sementara itu, PayPal diharapkan bisa mencetak pendepatan US$6,8 miliar dengan laba per saham US$0,96. Analis rencananya akan fokus meneliti dampak perilaku konsumen dan kenaikan suku bunga acuan terhadap bisnis perusahaan.

Dapatkan Saham PayPal di Sini!

Harga Minyak Terlunta Gara-gara China

Harga minyak Brent berjangka turun 0,4% ke US$95,79 per barel sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,6% ke US$89,44 per barel setelah permintaan minyak dari China diramal seret.

Kekhawatiran itu muncul setelah indeks produktivitas jasa China versi Caixin berada di level 48,4 atau ambles dari 49,3 sebulan sebelumnya. 

Tak hanya itu, prospek kenaikan suku bunga acuan The Fed juga diramal akan memperlambat permintaan minyak ke depan. Maklum, kenaikan suku bunga acuan akan menyumbat pertumbuhan ekonomi. Sementara permintaan minyak akan moncer jika pertumbuhan ekonomi tokcer.

Kabar Lain yang Tak Boleh Dilewatkan

  1. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan bernegosiasi dengan bos baru Twitter Elon Musk agar tidak usah membayar US$8 per bulan demi mempertahankan tanda verifikasi "centang biru".

Baca Juga: Pluang Insight: AMD Semringah Karena Pendapatan Naik, Gigit Jari Karena Laba Tercekik

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait