Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNew

arrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

NEWS_TITLE

Pluang Snapshot: Laba Microsoft 'Kinclong' Namun Laba Alphabet Terlihat 'Zonk'

Pluang Snapshot: Laba Microsoft 'Kinclong' Namun Laba Alphabet Terlihat 'Zonk'

26 Apr 2023, 2:30 AM·READING_TIME
Kategori
Pluang Snapshot: Laba Microsoft 'Kinclong' Namun Laba Alphabet Terlihat 'Zonk'

Halo, Sobat Cuan! Dua raksasa teknologi Microsoft dan Alphabet kompak menelurkan laporan keuangannya pada pagi hari ini. Lantas, siapakah yang keluar jadi juara? Simak di Pluang Snapshot berikut!

Hal yang Perlu Dipantau Hari Ini

1. Laba Microsoft Menawan Berkat Bisnis Komputasi Awan

Raksasa teknologi Microsoft Corp melaporkan kinerja keuangan yang memuaskan di kuartal I 2023 menyusul penjualan yang mumpuni di segmen bisnis komputasi awannya.

Pada triwulan lalu, perusahaan membukukan pendapatan US$52,85 miliar atau tumbuh 7% dari US$49,36 miliar di periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini pun melebihi estimasi analis US$51,02 miliar.

Selain itu, Microsoft juga mencetak laba bersih US$18,29 miliar di kuartal I 2023, meningkat 9% dari US$16,73 miliar di waktu yang sama setahun sebelumnya. Dengan demikian, perusahaan pun mampu mengerek laba per saham dari US$2,22 di kuartal I tahun lalu menjadi US$2,45 di kuartal yang sama tahun ini.

Perusahaan mengatakan, kencangnya pertumbuhan pendapatan di segmen komputasi awan menjadi motor utama prestasi tersebut. Di triwulan lalu, Microsoft menorehkan pendapatan segmen komputasi awan sebesar US$22,08 miliar atau melesat 16% dari US$18,98 miliar di kuartal yang sama tahun lalu.

CEO Microsoft Satya Nadella menyebut, hal ini tak lepas dari implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di produk komputasi awan milik perusahaan, yang membuatnya lebih unggul dari produk serupa lainnya.

Transaksi Saham Microsoft di Sini!

2. Laba Alphabet Melemah Meski Pendapatan Bertumbuh

Induk usaha raksasa internet Google, Alphabet, mencetak kinerja keuangan yang manis namun sekaligus getir di kuartal I 2023. Pasalnya, perusahaan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan tetapi gagal membukukan pertumbuhan laba.

Di triwulan lalu, Alphabet mencetak pendapatan US$69,79 miliar atau tumbuh 3% dari US$68,01 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini rupanya masih lebih baik dari estimasi analis US$68,9 miliar.

Apabila dibedah lebih lanjut, pendapatan iklan, yang selama ini menjadi kontributor pendapatan terbesar perusahaan, melorot tipis dari US$54,66 miliar di triwulan I tahun lalu menjadi US$54,55 miliar di periode yang sama tahun ini. Untungnya, pertumbuhan pendapatan di segmen bisnis awan melesat dari US$6,81 miliar di triwulan I 2022 menjadi US$7,41 miliar di kuartal yang sama tahun ini dan menjadi penyelamat pendapatan Alphabet.

Sayangnya, hal itu tak mampu menyelamatkan raihan laba bersih perusahaan. Alphabet diketahui menorehkan laba bersih US$15,05 miliar, atau turun 8,42% dibanding setahun sebelumnya, akibat membengkaknya beban riset dan pengembangan (R&D), pemasaran, serta beban-beban umum.

Transaksi Saham Alphabet di Sini!

3. Tesla Lagi-lagi Banting Harga, Kali Ini di Segmen Mobil SUV

Produsen kendaraan listrik Tesla Inc. lagi-lagi membanting harga mobil tipe SUV Model Y versi termurahnya di AS. Dengan banderol US$46.990 per unitnya, Model Y kini berharga US$759 lebih murah dibanding rata-rata harga mobil atau truk baru di negara adidaya tersebut.

Sekadar informasi, Model Y adalah kendaraan listrik terlaris sekaligus menjadi salah satu mobil SUV dengan jumlah peminat terbanyak di AS pada tahun lalu. Analis pun menilai bahwa langkah yang dilakukan Tesla akan membuat produsen lain berniat menyudahi "perang harga" di pasar mobil listrik dengan perusahaan tersebut.

Transaksi Saham Tesla di Sini!

4. Bank Lithuania ‘Kepincut’ Adopsi Shiba Inu

Salah satu perusahaan bank digital (neobank) asal Lithuania, Blockbank, pada Selasa (24/4) mengumumkan telah memungkinkan nasabahnya untuk menyimpan atau menarik koin Shiba Inu (SHIB) di dalam ekosistemnya. Langkah ini ditempuh setelah perusahaan mempertimbangkan adopsi SHIB di seluruh dunia serta pesatnya perkembangan komunitas dan ekosistemnya sejauh ini.

Melalui layanan tersebut, nasabah Blockbank dapat menyetor dan menarik simpanan SHIB melalui jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC). Tak ketinggalan, bank itu pun memungkinkan nasabahnya untuk menggunakan stablecoin USDT dan USDC sebagai trading pairs bagi token SHIB.

Transaksi SHIB di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Download Aplikasi Pluang di Sini!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1