Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Fed Kembali Hantui Market, Kripto & Saham AS Kompak 'Ngumpet'

Selamat pagi, Sobat Cuan! Indeks saham AS dan aset kripto kompak berguguran setelah kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga acuan AS kembali memuncak. Apa penyebabnya? Simak ulasannya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Nilai trio indeks saham AS kembali terpuruk untuk hari ketiga secara beruntun. Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,9%, sementara nilai Nasdaq dan S&P 500 kompak melemah 1,1%.
  • Pelaku pasar semakin jaga jarak dengan pasar modal. Mereka cemas bahwa bank sentral AS The Fed benar-benar akan mengetatkan kebijakan moneternya menyusul perilisan data ketenagakerjaan AS teranyar.
  • Biro Statistik Ketenagakerjaan AS kemarin merilis bahwa terdapat 11,24 juta lowongan pekerjaan baru sepanjang Juli. Angka ini meroket dibanding 11,04 juta lowongan sebulan sebelumnya dan melebihi estimasi analis yakni 10,3 juta.
  • Data tersebut mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mengalami “pengetatan”.
  • Pelaku pasar menganggap data tersebut sejatinya sesuai dengan pesan tersirat The Fed di perhelatan Jackson Hole, Jumat (26/8), di mana otoritas moneter itu seolah-olah sengaja memperlambat laju ekonomi demi mengontrol inflasi.
  • Karena data ekonomi sudah sesuai dengan keinginan The Fed, pelaku pasar pun kemudian meramal bahwa bank sentral tersebut bisa jadi bakal lebih nekat untuk mengerek suku bunga acuannya.
  • Di samping itu, cuaca mendung di pasar saham AS juga disebabkan oleh kinerja saham-saham teknologi yang teler setelah dihantam kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Asal tahu saja, kinerja saham-saham teknologi punya korelasi negatif dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Pasalnya, pelaku pasar kerap membandingkan return instrumen berpendapatan tetap, yang merupakan aset berisiko aman, dengan saham kategori growth stocks yang dianggap punya profil risiko tinggi.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Ketiban 'Durian Runtuh', IHSG & Kripto Semakin Tangguh!

Aset Kripto

  • Nasib pasar kripto pun "sebelas-dua belas" dengan pasar saham AS. Melansir Coinmarketcap pukul 05.17 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar lunglai ke ziona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, melorot 1,55% ke US$19.900 per keping dalam 24 jam terakhir. Sementara itu Ether (ETH) terpeleset 0,14% ke US$1.540 per keping di saat bersamaan.
  • Altcoin lainnya pun terpantau sedang "tidak sehat". Nilai XRP, Solana (SOL), dan Shiba Inu (SHIB) kompak merosot lebih dari 1% dalam sehari terakhir. Kemudian, terdapat pula nilai Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) yang ciut leih dari 2% di waktu yang sama.
  • Sama seperti yang terjadi di pasar modal AS, pelaku pasar tampaknya tengah mencari suaka lantaran kondisi makroekonomi sedang tidak mendukung.
  • Pelaku pasar mengkhawatirkan sikap The Fed yang lebih agresif dalam mengerek suku bunga acuannya setelah melihat data lowongan pekerjaan AS yang kian membuncah di Juli.
  • Kemudian, pelaku pasar juga khawatir dengan kenaikan suku bunga acuan Eropa setelah inflasi Jerman menyentuh 8,8% di Agustus. Meski angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi analis 9%, tetap saja tingkat inflasi Jerman menyentuh puncak tertingginya dalam 50 tahun terakhir.
  • Tak ketinggalan, nilai Dolar AS yang kian perkasa juga menyandung laju harga aset kripto pagi hari ini. Maklum, pelaku pasar tentu akan menukarkan aset kriptonya menjadi Dolar AS ketika aset tersebut terlihat menggiurkan.
  • Asal tahu saja, nilai indeks Dolar AS sempat kembali menyentuh level 109 pada dini hari tadi, menguat 0,57% dibanding sehari sebelumnya.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.722 per ons pada pukul 05.30 WIB, melemah dari US$1.737 per ons sehari sebelumnya.
  • Nilai sang logam mulia tenggelam setelah pelaku pasar kompak jaga jarak dengan pasar emas. Hal ini terjadi setelah mereka mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih "sadis" menyusul perilisan data makroekonomi teranyar AS.
  • Di samping itu, penguatan nilai Dolar AS juga menekan kinerja emas pagi hari ini.
  • Sekadar informasi, kenaikan nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait