pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

1458

Pluang Pagi: Pagi-Pagi Bikin Sedih, Aset Kripto Masih Meringkih

Selamat pagi, Sobat Cuan! Mengawali dua hari terakhir tahun 2021, simak rangkuman kinerja pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) bernasib mujur pada sesi perdagangan Rabu (29/12). Nilai indeks S&P 500 naik tipis 0,1% dan mencetak rekor ke-70 sepanjang tahun ini, sementara nilai Dow Jones Industrial Average bertumbuh 0,3% di waktu yang sama. Di sisi lain, nilai indeks Nasdaq justru ditutup flat.

Moncernya kinerja indeks saham AS terjadi berkat kinerja apik saham teknologi kesehatan. Hal ini terjadi setelah laporan menyebut bahwa raksasa teknologi Korea Selatan Samsung dikabarkan akan membeli perusahaan bioteknologi AS Biogen senilai US$42 miliar. Kabar tersebut sukses mengerek nilai saham Biogen 9% dan menular ke saham sektor teknologi kesehatan lainnya.

Di samping itu, performa kinclong saham-saham raksasa teknologi AS juga menopang gerak lincah indeks saham AS kemarin. Nilai saham perusahaan seperti Facebook dan Amazon berhasil melompat lebih tinggi pada sesi perdagangan kemarin.

Kemudian, nilai saham sektor penerbangan masih berfluktuasi mengikuti perkembangan terakhir tingkat penularan COVID-19 varian Omicron di AS. Sekadar informasi, penyebaran varian tersebut menjadi biang kerok pembatalan sejumlah jadwal penerbangan di AS.

Per Selasa (28/12), AS mencatat tambahan kasus positif COVID-19 baru sebanyak 262.034 kasus dalam sepekan. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yakni 251.232 kasus dalam sepekan yang terjadi Januari lalu.

Baca juga: Pluang Pagi: Indeks AS Bangkit Lagi, Cardano Gak Malu-Malu Unjuk Gigi

Aset Kripto

Ketika pasar saham AS terlihat semangat, pasar kripto justru terlihat lesu. Melansir Coinmarketcap pukul 07.38 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat tersungkur di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai sang raja kripto, Bitcoin (BTC), kini nangkring di US$46.734,74 per keping alias turun 1,87% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Ether (ETH) melonjak 3,47% ke US$3.666,47 per keping di waktu yang sama.

Kondisi serupa juga dialami oleh altcoin bergolongan 'pembunuh Ethereum'. Nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Avalanche (AVAX) masing-masing melorot 3,37%, 4,56%, 4,28%, dan 4,59% secara berbarengan.

Pasar kripto memang terlihat mendung beberapa hari terakhir. Pelaku pasar dan analis mengaitkan hal tersebut dengan kenaikan kasus positif COVID-19 varian Omicron di AS. Mengapa demikian?

Mereka beranggapan bahwa manajer investasi selama ini menggunakan aset kripto sebagai aset lindung nilai inflasi. Namun, ketika situasi pasar modal tak menentu gara-gara penyebaran Omicron, mereka kemudian menggunakan aset kripto sebagai instrumen untuk mendulang cuan sepanjang Desember.

Tak hanya itu saja, volume perdagangan yang mini menjelang akhir tahun juga diduga menjadi penyebab harga aset kripto berayun dengan cepat. Ditambah, banyak sentimen negatif yang menyerang pasar aset kripto belakangan ini. Salah satunya adalah kasus di jaringan Polygon, di mana seorang peretas berhasil mencuri token MATIC senilai US$1,6 juta dari jaringan tersebut.

Emas

Harga emas spot terlihat bertengger di US$1.803,78 per ons pukul 07.54 WIB, melemah 0,17% dibanding sehari sebelumnya. Nilai sang logam mulia oleng setelah pelaku pasar kembali selera membenamkan dana di pasar aset berisiko serta kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Namun untungnya, pelemahan harga emas tertahan oleh pelemahan nilai Dolar AS. Sekadar informasi, melorotnya nilai sang aset greenback akan membuat harga emas relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas meningkat dan harganya pun terkerek.

Dolar AS

Nilai indeks Dolar AS bertengger di 95,87 poin pukul 08.01 WIB, turun 0,06% dibanding sehari sebelumnya. Kembalinya selera pelaku pasar ke pasar aset berisiko menjadi penyebab Dolar AS melorot selama sehari belakangan.

Baca juga: Pluang Pagi: Taper Tantrum di Depan Mata, Saham AS hingga Emas Terlunta

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES