Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Awali Tahun Baru, Harga Emas dan YFI Makin Seru

Selamat pagi, Sobat Cuan! Semoga kamu tetap semangat mengawali Senin (3/1) pertama di tahun 2022 ini. Nah, agar pagi hari kamu makin berfaedah, yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini dalam Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

Nilai ketga indeks saham Amerika Serikat (AS) kompak lunglai di Jumat (31/12), alias hari perdagangan terakhir 2021. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terjungkal 0,16%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing loyo 0,26% dan 0,61%.

Anjloknya kinerja saham-saham teknologi, telekomunikasi, dan kesehatan menjadi biang kerok pelemahan trio indeks saham AS kemarin. Tengok saja nilai saham Microsoft yang terjun 0,88% hingga saham Johnson & Johnson yang terkulai 0,72% pada sesi perdagangan Jumat.

Kendati menutup tahun dengan wajah sedih, ketiga indeks saham AS setidaknya bisa berpuas diri. Sebab, seluruhnya mampu membukukan pertumbuhan dua digit sepanjang 2021. Nilai indeks Dow Jones Industrial Average tercatat bertumbuh 18,7% di 2021, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq mencetak laju lebih kinclong masing-masing 27% dan 21,4%.

Beberapa analis mengatakan bahwa ekonomi AS sudah terbukti andal dalam menghadapi berbagai tantangan yang terkait pandemi COVID-19. Mereka berharap bahwa kinerja pasar modal di tahun ini semakin mengilap seiring laju pemulihan ekonomi yang kian mumpuni.

Baca juga: Pluang Pagi: Inflasi Bikin Resah, Saham AS hingga Kripto Jadi ‘Gerah’

Aset Kripto

Tahun baru nampaknya tak begitu membawa keceriaan bagi pasar kripto yang terlihat suam-suam kuku pagi ini. Melansir Coinmarketcap pukul 07.39 WIB, lima dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah nongkrong di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, bercokol di level US$47.226,93 per keping alias turun 0,73% dalam sehari terakhir. Nilai Solana (SOL) dan Terra (LUNA) juga masing-masing terpeleset 1,77% dan 1,68% di waktu yang sama.

Derasnya aksi jual sejak akhir tahun diduga menjadi biang kerok pucatnya pasar kripto pada pagi ini. Aksi jual tersebut terjadi setelah otoritas China meminta investor kripto yang berdomisili di negara tirai bambu tersebut untuk meninggalkan platform exchange kripto China selambat-lambatnya 31 Desember 2021 lalu.

Di samping itu, komunitas kripto juga kini meragukan keandalan model proyeksi harga BTC legendaris bernama stock-to-flow yang dicetuskan oleh analis dengan moniker Plan B. Sekadar informasi, analisis tersebut memproyeksi bahwa harga BTC bisa menembus US$100.000 per keping sepanjang 2021.

Kendati demikian, Presiden El Salvador Nayib Bukele masih yakin bahwa harga BTC akan menembus level yang dimaksud. Selain itu, punggawa Tesla Elon Musk juga optimistis bahwa adopsi BTC akan berkembang dan perlahan menggeser fungsi mata uang fiat.

Meski langit mendung menggantung di atas aset kripto utama, setidaknya ada beberapa aset kripto yang mengalami cuaca cerah pagi ini. Nilai yearn.finance (YFI), misalnya, naik 11,51% dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi setelah platform DeFi tersebut mengumumkan struktur tokenomics terbarunya plus integrasinya dengan perusahaan agregasi DeFi, DeFi Saver.

Selain YFI, nilai Harmony (ONE) dan Uniswap (UNI) juga mencetak pertumbuhan masing-masing 7,27% dan 5,21% di waktu yang sama.

Emas

Harga emas spot terlihat di posisi US$1.829,51 per keping pada pukul 07.48 WIB, naik 0,12% dibandingkan sehari sebelumnya. Volume perdagangan yang sepi ditambah kekhawatiran pelaku pasar atas virus COVID-19 varian Omicron membawa harga emas melambung di awal tahun ini.

Ya, investor kian memburu emas sebagai aset safe haven karena khawatir bahwa perekonomian AS akan memble akibat penyebaran varian tersebut. Pakar penyakit menular top AS Anthony Fauci bahkan mengatakan bahwa tingkat okupansi rumah sakit di negara adidaya tersebut akan meningkat seiring penyebaran Omicron yang merajalela. Hingga Sabtu (1/1) kemarin, AS telah mencatat 346.869 kasus aktif COVID-19.

Baca juga: Pluang Pagi: Saham AS hingga Emas Harap-Harap Cemas Tunggu NFP

Dolar AS

Nilai Dolar AS bertengger di posisi 95,6 pada pukul 07.30 WIB. Adapun katalis utama yang bikin nilai sang aset greenback berayun adalah ketidakpastian ekonomi akibat COVID-19 varian Omicron hingga tensi geopolitik yang menyangkut Iran, China, dan Ukraina.

Nilai Dolar AS menutup tahun 2021 dengan kenaikan 7% secara tahunan setelah investor mengantisipasi langkah The Fed dalam mengerek nilai suku bunga acuannya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait