Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Bos The Fed Bikin Komentar Ngeri, Saham AS & Kripto Mati Suri

Selamat pagi, Sobat Cuan! Investor kembali dibuat geregetan di Kamis (23/6) pagi karena indeks saham Amerika Serikat (AS) dan aset kripto terkulai ke zona merah. Apa yang terjadi? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham AS lunglai menutup sesi perdagangan Rabu (22/6). Nilai S&P 500 dan Nasdaq kompak tenggelam 0,1%, sementara nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) terpeleset 0,2%.
  • Pelaku pasar ragu-ragu masuk ke pasar modal setelah ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan komentarnya di hadapan Komisi Perbankan Senat AS, kemarin.
  • Dalam pertemuan itu, Powell mengatakan bahwa The Fed "punya komitmen kuat" untuk memerangi inflasi. Ia juga memastikan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan dampak negatif kenaikan suku bunga acuan.
  • Tak ketinggalan, ia juga berujar bahwa laju kenaikan suku bunga acuan di masa depan akan bergantung dengan data inflasi. Ia juga menyadari bahwa resesi ekonomi bisa menjadi konsekuensi atas kebijakan moneter ketat tersebut.
  • Komentar tersebut membuat pelaku pasar khawatir bahwa ancaman resesi ekonomi kian kentara di masa depan. Apalagi, Goldman Sachs dan Citibank kemarin meramal resesi ekonomi berpeluang terjadi masing-masing 30% dan 50% di tahun depan.
  • Selain karena komentar Powell, rontoknya harga saham energi juga menjadi biang kerok pelemahan indeks Wall Street kemarin.
  • Nilai saham ConocoPhillips ambles lebih dari 6% sementara Marathon Oil Corporation membukukan penurunan nilai saham 7% setelah harga minyak dunia kian melorot.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Investor Gak Bergairah, Kripto & IHSG 'Kurang Darah'

Aset Kripto

  • Setali tiga uang, pasar kripto juga terlihat gitu-gitu aja di Kamis pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 08.09 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC), contohnya, turun 1,03% dalam sehari belakangan dan kini bertengger di US$20.382 per keping. Sementara itu nilai Ether (ETH) lunglai 3,72% ke US$1.076 per keping di waktu yang sana.
  • Altcoin lainnya pun bergerak secara suam-suam kuku. Nilai Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Tron (TRX) kompak melorot lebih dari 1% dalam sehari terakhir. Kemudian, terdapat pula Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) yang membukukan penurunan nilai lebih dari 2% di saat bersamaan.
  • Tak ketinggalan, nilai Shiba Inu (SHIB) juga tertekan 3,5% dalam sehari terakhir.
  • Analis berpendapat, pelaku pasar masih diselimuti tekanan jual karena sentimen ketidakpastian makroekonomi. Adapun sentimen serupa juga mempengaruhi pasar saham, yakni instrumen berisiko lainnya selain aset kripto.
  • Kali ini, komentar Powell menjadi pemicu utama keengganan pelaku pasar untuk masuk ke pasar kripto. Hanya saja, analis berpendapat bahwa sentimen ini hanya berlaku di jangka pendek.
  • "Saya melihat bahwa aset kripto bisa masuk ke fase konsolidasi dengan cepat karena pelaku pasar sepertinya bisa melakukan priced in rentetan kondisi makroekonomi tersebut secara singkat," jelas analis senior OANDA, Edward Moya, seperti dikutip Coindesk.
  • Selain karena nafsu pelaku pasar yang meredup, aktivitas bandar kripto (whales) juga membuat cuaca pasar kripto terpantau mendung.
  • Data Glassnode menunjukkan, whales ternyata membuang total 108.000 BTC ke platform exchange di awal pekan ini. Hal tersebut mengindikasikan adanya kenaikan suplai BTC di platform exchange sekaligus pertanda bahwa mereka lagi malas HODL-ing sang raja aset kripto tersebut.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bercokol di US$1.837 per ons pada pukul 08.27 WIB, menguat dibanding kemarin US$1.828 per ons.
  • Nilai sang logam mulia melesat setelah pelaku pasar mulai kepincut lagi mengoleksi emas. Sebab, mereka khawatir bahwa ekonomi AS ke depan benar-benar akan dihantam resesi, sesuai sinyal yang dilontarkan Powell.
  • Selain itu, kecemasan pelaku pasar atas kenaikan inflasi juga kian menebal setelah Inggris mengumumkan inflasi tertingginya dalam 40 tahun terakhir.
  • Sekadar informasi, emas memang dikenal sebagai aset pelindung nilai ketika prospek ekonomi diramal tidak cerah dan inflasi memang susah jinak.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Dolar AS Lagi Lemas, Kripto & IHSG Malah Ngegas

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait