Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Pluang Pagi: Banjir Sentimen Negatif, Saham AS & Kripto Pun Sensitif

Selamat pagi, Sobat Cuan! Tak terasa akhir pekan kini sudah berubah menjadi awal pekan lagi. Nah, untuk menemani kegiatanmu, yuk simak rangkuman kinerja pasar pagi ini di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) lagi-lagi harus menelan pil pahit pada penutupan Jumat (11/3). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,7%, sementara nilai indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terjungkal 1,3% dan 2,2%.
  • Kinerja saham konsumer, khususnya Tesla, Las Vegas Sands, dan Etsy, yang melempem menjadi biang keladi lesunya nilai ketiga indeks Wall Street akhir pekan lalu.
  • Pelaku pasar terlihat menghindari saham tersebut lantaran khawatir bahwa laba emiten-emiten tersebut akan susut akibat melemahnya daya beli masyarakat, yang didorong oleh kenaikan inflasi dan ancang-ancang kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed.
  • Sekadar informasi, pelaku pasar memang ketar-ketir terhadap inflasi setelah harga komoditas energi dan pangan meroket akibat tensi geopolitik Rusia dan Ukraina.
  • Ketakutan masyarakat akan inflasi juga tercermin di indeks sentimen konsumen milik University of Michigan yang bertengger di 59.7 pada Maret, atau turun dari posisi 62,8 dari bulan sebelumnya. Nilai ini merupakan yang terendah sejak September 2011 silam.
  • Sementara itu, rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed akan tentu akan mengerek suku bunga pinjaman. Masyarakat tentu akan ogah konsumsi jika bunga kredit semakin tinggi.
  • Di sisi lain, selera pelaku pasar untuk kembali menyelam ke pasar modal masih belum ajeg seiring perkembangan krisis keamanan di Eropa Timur yang masih tarik-ulur.
  • Akhir pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negosiasi damai dengan Ukraina tengah menuju perkembangan yang "positif". Namun, pasukan Rusia malah dikabarkan menyerang tempat latihan militer Ukraina di dekat perbatasan Polandia, yang merupakan negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Baca juga: Pluang Pagi: Invasi & Inflasi Kian Meradang, Saham AS & Kripto 'Kejang'

Aset Kripto

  • Sebagian besar aset kripto utama masih terlihat rebahan dan belum bertenaga di Senin pagi. Melansir Coinmarketcap pukul 08.10 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat nangkring di zona merah dalam 24 jam terakhir.
  • Nilai Bitcoin (BTC) bertengger di US$38.230,19 per keping alias amblas 2,04% dalam sehari terakhir. Nilai Ether (ETH) pun mengekor dengan amblas 1,69% ke US$2.535,13 per keping di waktu yang sama.
  • Beberapa altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai Binance Coin (BNB) turun 3,16%, sementara nilai XRP, Cardano (ADA), dan Solana (SOL) masing-masing terpeleset 4%, 0,22%, dan 2,94%.
  • Nilai Avalanche (AVAX) dan Polkadot (DOT) masing-masing lunglai 4,69% dan 4,79%. Dari seluruh jajaran aset kripto utama, hanya Terra (LUNA) saja yang berhasil lompat 0,98% dalam sehari terakhir.
  • Analis mengatakan, lesunya pasar kripto pagi ini disebabkan oleh minimnya aksi signifikan dari pemain besar dan sikap pelaku pasar yang menjauhi pasar aset berisiko lantaran invasi Rusia ke Ukraina kian panas.
  • Kabar terbarunya, pasukan Rusia dikabarkan menyerang tempat latihan militer Ukraina di dekat perbatasan Polandia, yang merupakan negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Nah, jika Rusia akan melancarkan serangan ke Polandia, maka NATO bakal dipastikan akan membalasnya dengan agresi militer. Jika Rusia melakukan hal tersebut, maka Perang Dunia III benar-benar akan terjadi.
  • "Kondisi pasar kripto yang jungkat-jungkit belakangan ini sedikit-banyak terkait dengan ketidakpastian atas baku senjata antara Rusia dan Ukraina," jelas CEO BitBull Capital Joe DiPasquale seperti dikutip Coindesk.
  • Kabar lainnya, parlemen Uni Eropa akan memungut suara terkait kerangka kerja regulasi kripto di negara benua biru tersebut yang disebut dengan Markets in Crypto Assets (MiCA) pada hari ini. Rencananya, di dalam draf paket kebijakan tersebut, parlemen Uni Eropa akan membatasi penggunaan aset kripto yang menggunakan algoritma konsensus Proof of Work, seperti BTC, karena dianggap boros energi dan tak ramah lingkungan.
     
     
  • Kabar lainnya, pengembang XRP, Ripple, dikabarkan selangkah lebih dekat untuk memenangkan gugatan yang sebelumnya diajukan oleh otoritas pasar modal AS, The Securities and Exchange Commission (SEC).
  • Sebelumnya, pada 2020 silam, SEC menggugat Ripple ke pengadilan federal akibat diduga memasarkan instrumen portofolio yang tak berizin. Namun, pada persidangan, SEC meminta izin untuk melakukan motion to strike kepada ketua hakim Analisa Torres. Motion to strike merupakan upaya hukum dari penggugat untuk mengurangi satu atau beberapa barang bukti di pengadilan atas beberapa alasan.
  • Namun, Torres menolak permohonan mosi SEC tersebut. CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut tindakan hakim utama tersebut sebagai "kemenangan" bagi perusahaannya.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.976,88 per ons pada pukul 08.38 WIB, melemah dari akhir pekan lalu yakni US$1.991 per ons.
  • Nilai sang logam mulia melemah setelah tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun meroket. Sekadar informasi, kenaikan yield obligasi AS akan meningkatkan opportunity cost dalam menggenggam emas.
  • Meski demikian, terdapat pula pelaku pasar yang memilih mengoleksi emas demi mengantisipasi ketidakpastian ekonomi imbas invasi Rusia ke Ukraina yang kian berlarut-larut.
  • Asal tahu saja, emas merupakan aset pelindung kekayaan yang efektif di kala prospek ekonomi ke depan dianggap tidak pasti.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market 'Mencla-Mencle' di Tengah Sentimen Bertele-tele

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait