pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 6 menit

View

0

Pluang Insight: Duel Kinerja JP Morgan vs Bank of America. Siapa Paling Unggul?

Bursa Amerika Serikat (AS) kini kembali memasuki musim pelaporan keuangan (earnings season), yang dibuka dengan rentetan perilisan kinerja emiten sektor keuangan. Investor pun memusatkan perhatiannya pada kinerja dua rival bank raksasa AS, JP Morgan Chase & Co dan Bank of America. Kinerja keuangan siapakah yang paling unggul? Simak di Pluang Insight berikut!

Sekilas Mengenai JP Morgan dan Bank of America

Apa Itu Bank of America?

Bank of America adalah salah satu institusi finansial terbesar di AS dari sisi kelolaan aset. Dengan aset senilai lebih dari US$2,5 triliun, bank tersebut mengelola empat segmen utama yakni segmen konsumer, manajemen investasi dan kekayaan global, bank global, dan pasar keuangan global di lebih dari 40 negara di dunia.

Apa Itu JP Morgan?

JP Morgan Chase & Co dikenal sebagai salah satu rival sengit Bank of America untuk merebut titel bank terbesar seantero Negara Paman Sam. Betapa tidak, nilai asetnya kini mencapai US$4 triliun, sedikit lebih tinggi dibanding Bank of America. 

Bank ini juga mengelola empat segmen utama yaitu perbankan konsumer dan komunitas, perbankan korporasi dan investasi, perbankan komersial, dan manajemen aset dan kekayaan.

Baca juga: Pluang Insight: Setelah Naik Daun di 2021, AVAX Siap Meroket Lagi Tahun Ini?

Hasil Laporan Keuangan Bank of America vs JP Morgan

Laporan Keuangan Bank of America Kuartal I 2022

Bank of America sukses mencetak pendapatan sebesar US$23,23 miliar pada kuartal I tahun ini. Angka tersebut 5,3% lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya atau naik 1,8% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Mujur bagi perseroan, raihan ini juga 0,75% lebih tinggi dibanding proyeksi analis.

Hanya saja, pertumbuhan laba perusahaan tak sebesar persentase kenaikan pendapatannya. Pasalnya, Bank of America membukukan laba bersih sebesar US$7,07 miliar di kuartal I 2022, atau tumbuh tipis 0,8% dibandingkan triwulan sebelumnya. Kendati begitu, realisasi ini sejatinya lebih tinggi 7,2% dibanding konsensus proyeksi pelaku pasar.

Dengan demikian, pertumbuhan bisnis Bank of America masih ajeg di kuartal I meski pasar keuangan diterpa sentimen tak sedap mulai dari konflik geopolitik Eropa Timur, pandemi COVID-19, dan inflasi yang kian meradang.

Pendorong utama pendapatan dan laba bersih Bank of America adalah kencangnya penyaluran kredit perusahaan. Buktinya, pendapatan bunga bersih perseroan sukses tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Prestasi tersebut sejatinya wajar saja, Sobat Cuan. Sebab, pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang ngebut sebesar 6,9% di kuartal IV tahun lalu masih memberikan efek positif hingga triwulan I 2022.

Dengan pendapatan bunga bersih yang tumbuh pesat, maka tak heran jika tingkat margin bunga bersih Bank of America juga mekar menjadi 1,69%. Sekadar informasi, tingkat margin bunga bersih adalah indikator yang mengukur selisih antara pendapatan bunga dengan biaya bunga yang perlu digelontorkan perbankan untuk pihak pemberi pinjaman, misalnya deposito dan tabungan biasa.

Sejatinya, kondisi tersebut terbilang cukup anomali. Sebab, margin bunga bersih AS seharusnya semakin menyusut mengingat para bank di AS akan memberikan bunga pinjaman serendah-rendahnya, bahkan hampir 0%, mengingat suku bunga acuan AS yang rendah.

Oleh karenanya, rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed yang agresif diharapkan bakal mengerek tingkat margin bunga bersih Bank of America. Namun sayangnya, kebijakan Fed yang diramal bakal kelewat hawkish juga bisa menyandung pertumbuhan bisnis Bank of America ke depan. Mengapa demikian?

Asal tahu saja, kenaikan suku bunga acuan yang terlampau agresif akan ikut mengerek bunga kredit. Namun imbasnya, masyarakat jadi enggan mengambil kredit konsumsi dan kredit investasi, sehingga pendapatan bunga bersih bank malah justru terancam.

Di samping itu, konsumsi dan investasi adalah dua motor pertumbuhan ekonomi. Sehingga, ekonomi diramal bakal masuk resesi jika laju pertumbuhan dua faktor tersebut tersendat.

Jika resesi benar-benar terjadi, maka ada kemungkinan The Fed menyeret turun suku bunga acuannya. Hasilnya, tingkat margin bunga bersih Bank of America bakal kembali susut ke depan.

Laporan Keuangan JP Morgan Kuartal I 2022

Jika Bank of America masih mampu tersenyum lebar, maka JP Morgan harus gigit jari.

Betapa tidak, JP Morgan ternyata membukukan laba bersih US$8,28 miliar di kuartal I 2022, alias anjlok 20,4% dibanding triwulan sebelumnya atau longsor 42,1% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi laba bersih JP Morgan pun terbilang 2,85% lebih rendah dibanding konsensus pasar. Nah, dengan berbagai data tersebut, bisa dibilang bahwa JP Morgan keluar sebagai jongos di dalam duel kinerja keuangan antara kedua bank kali ini.

Padahal, pertumbuhan pendapatan perseroan terlihat tidak buruk-buruk amat di triwulan lalu. Sehingga, pertumbuhan laba JP Morgan yang terjun bebas terlihat seperti hal yang cukup ironis.

JP Morgan membukukan pendapatan US$30,72 miliar di kuartal I 2022 alias tumbuh 4,9% dibanding kuartal sebelumnya. Bahkan, realisasi pendapatan JP Morgan pun sejatinya 1% lebih tinggi dari proyeksi pasar.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 1% secara kuartalan dan 8% secara tahunan di triwulan lalu. Terlebih, pendapatan bunga bersih perseroan triwulan lalu pun sebenarnya tumbuh 9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lantas, faktor apakah yang menjadi penyebab jebloknya pertumbuhan laba JP Morgan?

Usut punya usut, perseroan ternyata mencadangkan laba bersihnya sebesar US$902 juta sebagai pencadangan yang sewaktu-waktu bisa digunakan bank untuk menutupi kredit-kredit macet. Dalam perbankan, cadangan dana ini dikenal sebagai Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

JP Morgan memutuskan untuk mengerek nilai CKPN-nya karena probabilitas akan terjadinya kredit macet ikut meningkat. Faktornya pun beragam, mulai dari konflik geopolitik Rusia dan Ukraina, inflasi yang tinggi, hingga kemungkinan resesi ekonomi AS. Bahkan, JP Morgan juga mengaku telah mengambil langkah yang lebih hati-hati demi mengurangi risiko pailit.

Baca juga: Pluang Insight: Terbang 174% Dalam 3 Bulan, Ada Apa dengan KNC?

Bagiamana Outlook Sektor Perbankan di 2022?

Saat ini, pelaku pasar di AS tengah ketar-ketir dengan kinerja saham perbankan ke depan. Selain karena potensi inflasi yang bakal surut lama, kekhawatiran pelaku pasar juga berhulu dari potensi resesi ekonomi AS yang malah bakal mengerek tingkat kredit macet.

Sobat Cuan perlu ingat bahwa kinerja sektor perbankan merupakan salah satu indikator ekonomi penting. Ketika laju ekonomi terhambat karena faktor eksternal maupun internal, maka pelaku pasar pun meramal bahwa sektor perbankan pun akan kena imbasnya.

Di samping itu, pelaku pasar juga mencemaskan kinerja sektor perbankan yang tak berjalan mulus ke depan seiring mandegnya pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Pasalnya, sikap ngebet The Fed yang niat mengerek suku bunga acuan tahun ini tentu akan mengerem permintaan kredit masyarakat.

Nah, melihat berbagai kondisi tersebut, apakah Sobat Cuan masih perlu mengoleksi saham-saham perbankan saat ini?

Pluang beranggapan bahwa kondisi saat ini dapat menjadi momentum bagi trader untuk berkubang di saham perbankan. Sebab, dengan potensi kenaikan suku bunga acuan AS hingga 200 basis poin hingga akhir tahun ini, maka pelaku bisnis dan masyarakat tentu akan getol menarik pinjaman sebelum kenaikan suku bunga tersebut benar-benar terjadi di kuartal II dan III.

Selain itu, Pluang juga menilai, kekhawatiran atas resesi ekonomi pasca kebijakan moneter agresif seharusnya jatuh di kuartal III dan IV tahun depan.

Mending Mana? Saham Bank of America atau JP Morgan?

Namun, pertanyaan berikutnya, manakah saham yang lebih prospektif? Bank of America atau JP Morgan? Menjawab pertanyaan tersebut, Sobat Cuan perlu kembali melihat valuasi masing-masing perusahaan. Kali ini, Pluang akan melakukan valuasi berdasarkan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan (P/BV).

Bank of America saat ini diperdagangkan dengan nilai 1.23x P/BV, lebih rendah dibandingkan JP Morgan yakni 1.4x P/BV. Namun, valuasi tinggi saham JP Morgan juga terbilang wajar mengingat tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) perseroan berada di 19%, jauh di atas ROE Bank of America sebesar 12,95%.

Selain itu, valuasi saham kedua perusahaan juga sebenarnya masih jauh di bawah rata-rata sektor keuangan AS yakni 1.7x P/BV. Dengan kata lain, nilai saham JP Morgan dan Bank of America sebenarnya masing-masing lebih murah 18% dan 28% dibanding sektor keuangan secara keseluruhan.

Nah, berkaca pada data di atas, Pluang menganggap bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengoleksi saham JP Morgan. Apalagi, analis di AS menargetkan bahwa harga saham JP Morgan bisa mencapai US$157,06 per lembar setahun kemudian, atau tumbuh 27,7% dibanding harga saat ini.

Investasi CFD Saham JPMorgan & Bank of America di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES