Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pluang Insight: Baidu Sukses Nikmati Masa 'Bulan Madu' di Kuartal Lalu
shareIcon

Pluang Insight: Baidu Sukses Nikmati Masa 'Bulan Madu' di Kuartal Lalu

17 May 2023, 7:57 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Baidu

Jagoan internet China Baidu baru merilis laporan keuangannya kemarin. Namun, apakah kinerjanya sesuai prediksi? Simak di sini!

Bagaimana Kinerja Baidu di Kuartal I 2023?

Pendapatan

Tiga bulan pertama 2023 terbukti menjadi masa bulan madu bagi perusahaan internet China, Baidu. Betapa tidak, perseroan sukses memboyong pendapatan 31,1 miliar Yuan China atau tumbuh 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini pun jauh di atas ekspektasi analis, yakni 4%.

Apabila dilihat lebih detail, lini produk Baidu Core masih berkontribusi dominan terhadap pendapatan perusahaan, yakni 74%, dan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% jika dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Asal tahu saja, Baidu Core berisikan kelompok produk-produk utama internet Baidu seperti Baidu App, aplikasi penyunting video Haokan, dan aplikasi penyunting video pendek Quanmin.

Pertumbuhan pendapatan di lini produk ini ditopang oleh kedua segmen bisnisnya, yakni pemasaran daring dan nonpemasaran daring, yang pendapatannya bertumbuh masing-masing 6% dan 11% secara tahunan di kuartal tersebut. Prestasi ini pun tak lepas dari jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) Baidu yang mencapai 657 juta pengguna per Maret 2023, atau tumbuh 4% jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya Baidu Core, lini produk hiburan digitalnya iQIYI pun membukukan pendapatan 8,3 miliar Yuan China di kuartal I 2023 alias naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. iQIYI ketiban berkah setelah jumlah pelanggannya menyentuh angka 129 juta pelanggan di akhir Maret atau tumbuh 27,7% secara tahunan.

Tak ketinggalan, Baidu juga mencetak tonggak sejarah bisnis terbarunya melalui jasa berbagi tumpangan (ride hailing) berbasis kendaraan swakemudi Apollo Go yang menyelesaikan 660.000 perjalanan di kuartal lalu, meningkat 236% secara dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Laba

Pendapatan yang cemerlang pun ikut mendongkrak raihan laba perseroan. Di kuartal I 2023, Baidu berhasil mencetak laba per saham 15,92 Yuan China atau berhasil membalikkan keadaan dari rugi bersih 2,87 Yuan China di triwulan I tahun lalu. Menggembirakannya, raihan ini pun 24% lebih baik dari prediksi analis.

Selain karena tokcernya pendapatan, melejitnya laba Baidu juga didorong oleh aksi "pengetatan ikat pinggang" sepanjang triwulan lalu. Perusahaan tercatat melakukan efisiensi di sejumlah beban, seperti biaya konten, tenaga kerja, dan biaya riset.

Kendati begitu, perusahaan justru masih menambah beban di pos-pos pengeluaran lain. Sebagai contoh, Baidu ternyata menggelontorkan biaya pemasarannya di kuartal I 20% lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu. Pluang menganggap bahwa kenaikan beban ini bertujuan untuk meningkatkan basis pengguna aktif Baidu mengingat perusahaan akan meluncurkan teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), Ernie Bot, di kuartal III mendatang.

Baca Juga: Pluang Insight: Alibaba Siap Kembali Unjuk Taring di Kuartal I 2023

Menimbang Prospek Saham Baidu

Melihat prestasi keuangan Baidu yang prima di kuartal I 2023, analis pun semakin optimistis dengan proyeksi bisnis perusahaan di masa depan. Optimisme itu hadir seiring niat perusahaan untuk segera meluncurkan Ernie Bot dalam waktu dekat.

Meski tak berharap banyak dari Ernie Bot di jangka pendek, analis tetap optimistis terhadap potensinya di jangka panjang. Pasalnya, inovasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jumlah pengguna aktif bulanan Baidu sehingga perusahaan dapat memaksimalkan monetisasi di segmen bisnis periklanan daring.

Selain Ernie Bot, katalis positif lain untuk kinerja saham Baidu ke depan adalah sikap manajemen yang telah mengotorisasi pembelian kembali (buyback) saham baidu hingga US$5 miliar sampai 31 Desember 2025. Aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan perusahaan di sahamnya sendiri sehingga Baidu dapat mengantongi laba ditahan (retained earnings) yang lebih besar.

Berdasarkan katalis tersebut, sejumlah analis menargetkan harga saham Baidu di level US$180 di akhir 2023 atau 35,6% lebih tinggi dari penutupan Selasa (16/5). Adapun valuasi Baidu jika ditinjau dari rasio laba per saham (price-to-earning ratio/PER) mencapai 19,2x P/E atau di bawah 1 standar deviasi rerata lima tahun terakhir.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Marco Antonius

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
saham AS ahead
The Week Ahead - Saham AS & Crypto 20 November 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1