pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 6 menit

View

0

Kabar Sepekan: RI Mulai Sambut Endemi, Inflasi AS Kian Menjadi-jadi

Happy weekend, Sobat Cuan! Apa kegiatan kamu di hari libur ini? Nah, sambil menemani kegiatanmu di akhir pekan, yuk simak rangkuman kabar sepekan berikut, di antaranya ada tingkat inflasi AS yang makin ngamuk dan langkah pemerintah tekan harga-harga pangan!

Kabar Internasional Sepekan

1. AS Gak Mau Berhubungan dengan Impor Berbau Rusia!

Amerika Serikat (AS) pekan ini mengumumkan dua keputusan yang menyerang kinerja perdagangan Rusia. Langkah ini dilakukan lantaran Rusia masih belum mau menghentikan invasinya terhadap Rusia, yang telah berlangsung sejak pertengahan Februari lalu.

Di awal pekan, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa negaranya setop mengimpor komoditas energi fossil dari Rusia, termasuk gas alam dan minyak bumi.

Di akhir pekan, AS juga menghentikan hubungan dagang normal dengan Rusia. Dengan kata lain, kini produk impor Rusia yang menggempur AS akan dikenakan tarif yang lebih tinggi.

2. AS Catat Penurunan Jumlah Lowongan Pekerjaan

Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan jumlah lowongan pekerjaan di negara Paman Sam tersebut tercatat 11,26 juta lowongan pada Februari, turun 185.000 dibanding Januari. Kendati demikian, angka tersebut masih mendekati rekor tertingginya sepanjang masa yakni 11,44 juta lowongan di Desember 2021.

Ekonom menyebut, kondisi ini mengindikasikan bahwa dunia usaha masih belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Salah satu biang keladinya adalah permintaan gaji pelamar kerja yang lebih tinggi dibanding kemampuan keuangan perusahaan. Di saat yang sama, dunia usaha sendiri saat ini juga tengah mengalami kenaikan beban gaji yang meningkat plus inflasi bahan baku.

3. Gara-Gara Minyak, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Jebol!

Jepang mencatat defisit neraca transaksi berjalan sebesar 1,18 triliun Yen pada Januari. Menariknya, ini angka defisit tersebut merupakan yang terdalam sejak 2014 silam!

Jebolnya defisit neraca transaksi berjalan negara sakura tersebut didorong oleh defisit neraca perdagangan. Betapa tidak, pada Januari lalu, Jepang membukukan pertumbuhan ekspor 15,2% secara tahunan namun pertumbuhan impornya malah sebesar 39,9%.

Kenaikan impor terjadi setelah nilai impor bahan bakar minyak melambung tinggi gara-gara harga minyak dunia juga ikut meroket.

4. Lagi, Inflasi AS Cetak Rekor Tertinggi Dalam 40 Tahun!

Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) AS lompat 7.9% secara tahunan pada Februari 2022, lebih tinggi dibanding Januari yakni 7,5%. Dengan kata lain, AS mencatat rekor inflasi tahunan tertinggi terbarunya sejak 1982 silam.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), makanan, dan tempat tinggal menjadi biang keladi meroketnya inflasi AS bulan lalu. Di sisi lain, nilai inflasi inti AS, yakni inflasi yang mencerminkan kekuatan daya beli masyarakat, hanya tercatat 6,4% secara tahunan.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Inflasi AS Makin Hot, Ekspor Nikel RI Kian Berotot

Kabar Kripto Sepekan

1. Biden Teken Perintah Eksekutif Ihwal Regulasi Kripto

Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif tentang pengembangan bertanggung jawab atas aset digital pada Rabu (9/3).

Perintah eksekutif ini akan menjadi tonggak utama bagi regulasi kripto yang lebih komprehensif di AS. Selain itu, perintah eksekutif ini juga mencakup beberapa aspek di dunia kripto, termasuk perlindungan konsumen, pendanaan ilegal, inklusi finansial, dan 'pengembangan kripto yang bertanggung jawab'.

Perintah eksekutif ini sempat bikin geger. Pasalnya, siaran pers yang berisi tanggapan Menteri Keuangan Janet Yellen atas perintah Biden tersebut tiba-tiba muncul di situs Departemen Keuangan AS sehari sebelum pengumuman resmi perintah eksekutif.

2. Kembangkan Multiverse, Avalanche Kucurkan US$290 Juta

The Avalanche Foundation mengatakan telah menyediakan dana US$290 juta dalam bentuk token AVAX untuk mengembangkan Multiverse. Rencananya, dana tersebut akan digunakan sebagai insentif bagi pengembang untuk menambah subnet-subnet baru di blockchain tersebut.

Avalanche Multiverse sendiri adalah inisiatif yang berlangsung terus menerus tanpa ada tanggal selesai yang spesifik.

3. Punggawa DeFi Andre Cronje Hengkang dari Fantom

Salah satu tokoh pentolan keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance) Andre Cronje memutuskan keluar dari Fantom Foundation. Namun, hingga saat ini, belum ada alasan jelas mengapa Cronje melakukan hal tersebut.

Alhasil, kabar tersebut membuat nilai aset kripto yang berkaitan dengan Cronje, yakni FTM dan Yearn Finance (YFI), terjun bebas pekan ini.

4. Game NFT Immutable Raih Pendanaan US$200 Juta

Immutable, perusahaan rintisan Australia yang mengembangkan berbagai game dan Non-Fungible Token, mengumumkan telah menerima pendanaan segar US$200 juta dari Temasek beserta Tencent dan Animoca Brands. Alhasil, kini Immutable telah mengantongi pendanaan total US$2,5 miliar dan mengukuhkan statusnya sebagai unicorn kripto.

Baca juga: Rangkuman Pasar: IHSG Terlihat Sungkan, Nilai STX Tampil Elegan

Kabar Domestik Sepekan

1. Indonesia Mulai Sambut Endemi COVID-19

Indonesia menyesuaikan beberapa aturan perjalanan sebagai sinyal mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi.

Pada Senin (7/3), pemerintah mengumumkan telah memperbolehkan wisatawan mancanegara masuk ke Bali tanpa melalui karantina. Hanya saja, pelonggaran ini hanya ditujukan bagi turis asing yang telah mendapatkan vaksin dua kali dan vaksin booster.

Kemudian, keesokan harinya, pemerintah memperbolehkan pelaku perjalanan dalam negeri melalui moda transportasi darat, laut, dan udara untuk bepergian tanpa menyertakan hasil negatif tes swab PCR atau antigen.

Namun, ketentuan ini hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah menerima vaksin dosis kedua atau vaksin booster.

2. Warga RI Makin Gak 'Pede' dengan Ekonomi

Masyarakat Indonesia ternyata makin pesimistis terhadap prospek ekonomi ke depan. Hal itu tercermin dari nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia di 113,1 pada Februari 2022 alias turun dibanding 119,6 di Januari, seperti dirilis Bank Indonesia (BI) hari ini.

Menurut laporan tersebut, masyarakat Indonesia ternyata mengkhawatirkan dampak negatif maraknya penyebaran COVID-19 terhadap pendapatan hingga pembukaan lapangan kerja baru ke depan. Kecemasan tersebut dapat dimaklumi mengingat Indonesia mengalami kenaikan kasus COVID-19, khususnya varian Omicron, pada bulan lalu.

3. Cadangan Devisa RI Tumbuh Tipis di Februari

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia sebesar US$141,4 miliar per akhir Februari, tumbuh tipis dibanding US$141,3 miliar sebulan sebelumnya.

BI mengatakan, kenaikan posisi cadangan devisa ini antara lain disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Otoritas moneter tersebut juga menilai bahwa cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

4. Pemerintah Lancarkan Jurus Tekan Inflasi Pangan

Harga bahan-bahan pangan pokok yang masih di atas awan, seperti minyak goreng dan tahu plus tempe, membuat pemerintah melancarkan jurus-jurus spesial demi menghalau inflasi.

Untuk menjaga kestabilan harga minyak goreng, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa eksportir minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kini wajib mengalokasikan 30% dari volume ekspornya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mulai Kamis (10/3). Sebelumnya, eksportir CPO hanya wajib menyisihkan 20% dari volume ekspornya untuk kebutuhan domestik.

Lutfi beralasan, kebijakan ini ditempuh agar industri minyak goreng bisa mendapat kepastian pasokan bahan baku produksi. Sehingga, produksi minyak goreng nasional bisa memenuhi permintaan domestik dan menurunkan harga minyak goreng yang saat ini terbilang selangit.

Kemudian, untuk menjaga harga tahu dan tempe, Perum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) tengah menjajaki opsi untuk mengimpor kedelai setelah mendapat penugasan dari pemerintah untuk menambah stok kedelai dalam negeri melalui pengadaan impor

Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pasokan kedelai dalam negeri, sehingga produsen tahu dan tempe mendapat bahan baku yang lebih murah dan ujungnya menjaga kestabilan harga kedua protein nabati tersebut di pasar.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES