Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: Hubungan China-AS Kian Anyep, Ekonomi RI Tampil Cakep!

Selamat weekend, Sobat Cuan! Banyak berita penting membanjiri market selama sepekan terakhir. Dari dalam negeri, terdapat kabar perilisan data inflasi hingga pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, di kancah internasional, AS disebut China lagi main api! Simak di Kabar Sepekan tersebut! 

Kabar Internasional Sepekan

1. Ketua DPR AS Melawat ke Taiwan, China Pun Panas!

Ketua legislatif Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi bertandang ke Taiwan pada Selasa (2/8), menandai pertama kalinya pejabat tinggi AS melakukan kunjungan resmi ke teritori tersebut dalam 25 tahun terakhir.

Hanya saja, aksi tersebut menuai kecaman dari China yang menganggap bahwa aksi Pelosi "melanggar kedaulatan dan integritas China". 

Asal tahu saja, China selama ini menganut paham "Kebijakan Satu China" dan menganggap Taiwan sebagai bagian integral dari negara tirai bambu tersebut.

2. Sadis! Inflasi Turki Hampir Sentuh 80%!

Turki mengumumkan inflasi tahunan sebesar 79.6% di Juli, alias level tertingginya sejak 1998. Ngeri banget ya, Sobat Cuan!

Usut punya usut, pangkal utama inflasi Turki kali ini berasal dari pelemahan nilai tukar Lira Turki terhadap Dolar AS. Akibatnya, Turki harus membayar barang-barang impor lebih mahal dibanding biasanya.

Sekadar informasi, kurs Lira Turki terhadap sang aset greenback melorot 44% dalam setahun terakhir gara-gara kebijakan pelonggaran moneter yang berlebihan.

3. The Fed Plinplan, Kini Bilang Ogah Longgarkan Moneter Tahun Depan

Ketua bank sentral AS The Fed, Jerome Powell, pekan lalu mengatakan bahwa otoritas moneter itu membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter di triwulan IV tahun ini. Namun, pada pekan ini, dua pejabat The Fed justru meremehkan niatan tersebut.

Presiden Fed Cleveland Loretta J. Mester mengatakan The Fed perlu mengetatkan kebijakan moneternya lantaran AS akan membutuhkan waktu lama untuk menurunkan tingkat inflasi ke level 2%. 

Kemudian, terdapat pula Presiden Fed Mary Daly yang menyebut tugas The Fed untuk menurunkan inflasi masih "jauh dari kata selesai".

4. AS Serap 598.000 Tenaga Kerja Baru di Juli, Tertinggi Sepanjang 2022

Departemen Ketenagakerjaan AS mengatakan negara Paman Sam tersebut sukses menyerap 528.000 tenaga kerja baru di Juli, lebih besar dua kali lipat dibanding estimasi analis 250.000. Ini sekaligus menandai penyerapan tenaga kerja bulanan AS sepanjang 2022.

Baca Juga: Pluang Insight: Katanya Dunia di Ambang Resesi. Apa Sih Arti Resesi Ekonomi?

Kabar Kripto Sepekan

1.Hujan Kabar Baik Guyur ApeCoin Pekan Ini!

Pekan ini menjadi pekan mujur bagi ApeCoin lantaran banyak kabar baik yang menghinggapi koin satu ini.

Pertama, jenama fesyen kondang Gucci mengatakan telah menambah ApeCoin sebagai salah satu opsi alat pembayaran di gerai mereka.

Kedua, ApeCoin juga berencana membangun situs berita bernama The Bored Ape Gazette setelah organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) ApeCoin siap mendanai proyek yang dimaksud.

2. Solana (Lagi-Lagi) Kena Retas, US$4,5 Juta Raib Mendadak

Sebanyak 8.000 pengguna Solana melaporkan kehilangan aset kripto dengan total nilai US$4,5 juta pada Selasa (2/8).

Sehari kemudian, jaringan Solana mengumumkan dugaan awal peristiwa tersebut melalui akun Twitter resminya. Ternyata, jaringan menduga bahwa sang peretas masuk ke jaringan Solana dengan mengeksploitasi kelemahan sistem dompet kripto Slope.

3. Aave Siap Luncurkan Stablecoin Anyar

Aave siap merilis stablecoin baru bernama GHO setelah organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) jaringan Aave menyepakati proposal terkait aksi tersebut.

Proposal yang diajukan oleh Aave Companies itu mendapat dukungan 99,9% dari konstituen yang berhak mengajukan surat suara di jaringan tersebut.

4. Bikin Rugi Kripto US$1 Miliar, CEO Microstrategy Mundur

CEO sekaligus salah satu pendiri Microstrategy Michael Saylor mengundurkan diri dari jabatannya setelah perseroan membukukan rugi atas investasinya di aset kripto senilai lebih dari US$1 miliar pada kuartal lalu.

Kendati boncos berinvestasi kripto, perusahaan kekeh tidak akan "membuang" seluruh BTC kelolaannya yang saat ini bernilai US$3 miliar.

Baca Juga: Pluang Insight: Mengenal Volatilitas, Apakah Selalu Jadi Musibah bagi Investor?

Kabar Domestik Sepekan

1. Sentuh Rp520 T, Subsidi BBM Disebut Jokowi "Terlalu Besar"

Presiden Joko Widodo mengeluhkan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang sudah mencapai Rp502 triliun sepanjang tahun ini. Pasalnya, angka tersebut ternyata sudah melampaui anggaran APBN 2022 yakni sekitar Rp170 triliun.

"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 triliun sekarang sudah Rp502 triliun. Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu," kata Jokowi, Senin (1/8).

2. RI Cetak Inflasi 4,94%, Tertinggi Sejak 7 Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (1/8) mengumumkan bahwa Indonesia mencetak inflasi tahunan sebesar 4,94% di Juli alias level tertingginya sejak Oktober 2015.

Data tersebut melebihi konsensus analis yakni 4,8% dan melampaui target inflasi BI tahun ini yakni 2,5% hingga 4,5%.

Kenaikan harga pangan sebesar 11,47% secara tahunan menjadi momok utama inflasi kali ini. Adapun tiga komoditas pangan utama yang memperparah inflasi Juli adalah cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.

3. Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 5,44%, RI Selamat dari Resesi?

Kemudian, BPS pada Jumat (5/8) mengatakan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44% secara tahunan pada kuartal II 2022. Dengan demikian, Indonesia sukses membukukan kinerja ekonomi prima meski negara maju berada di ambang resesi.

BPS mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia didorong dua kontributor utama yakni konsumsi yang tumbuh 5,51% secara tahunan dan ekspor yang tumbuh 19,74%.

Kenaikan aktivitas konsumsi terjadi akibat kegiatan ekonomi yang kian menggeliat pasca pelonggaran pembatasan sosial. Sementara itu, kinerja ekspor yang mentereng didorong oleh harga komoditas yang terus membara sepanjang triwulan lalu.

4. Cadangan Devisa RI Nyungsep US$4,2 Miliar

Bank Indonesia (BI) pada Jumat mengumumkan posisi cadangan devisa di angka US$132,2 miliar per Juli, berkurang US$4,2 miliar dibanding bulan sebelumnya,

BI mengatakan, susutnya cadangan devisa domestik disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 130 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait