Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Pluang Web TradingNewarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Itu Investment Opportunity Set dalam Investasi?
shareIcon

Apa Itu Investment Opportunity Set dalam Investasi?

3 Aug 2023, 9:41 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Investment Opportunity Set Adalah

Investment Opportunity Set adalah konsep penting untuk mengukur prospek perusahaan di masa depan. Lantas, seperti apa lengkapnya?

Apa Itu Investment Opportunity Set?

Investment Opportunity Set adalah nilai sekarang yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari pilihan investasinya di masa depan.

Istilah ini pertama kali dikemukakan ekonom SC Myers pada 1977 lewat bukunya, Determinants of Corporate Borrowing. Dalam karya tersebut, Myers menyebut bahwa nilai total perusahaan adalah kombinasi dari dua hal, yakni assets in place (aset yang dimiliki) dan investment options (pilihan investasi) di masa depan.

Nilai investment options itu tergantung pada discretionary expenditures yang rela dikeluarkan perusahaan di masa depan, dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan. Nah, pilihan-pilihan investasi itulah yang kemudian dikenal sebagai Investment Opportunity Set.

Baca Juga: Mengenal Initial Investment dalam Investasi

Apa Pentingnya Investment Opportunity Set?

Investment Opportunity Set adalah salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi di satu saham perusahaan tertentu. Mengapa demikian?

Asal tahu saja, salah satu cara bagi perusahaan untuk mengembangkan skala bisnisnya di masa depan adalah dengan melakukan investasi. Investasi tersebut pun terbilang beragam jenisnya, mulai dari pembelian barang modal atau menanamkan modal di perusahaan lainnya.

Hanya saja, investasi tersebut pun memiliki dua kemungkinan.

Pertama, jika investasinya berhasil, maka kesempatan perusahaan untuk berkembang semakin besar. Namun, jika tidak, maka yang terjadi adalah kemungkinan kedua, yakni perusahaan sudah membuang uangnya secara sia-sia untuk kegiatan yang tidak memberikan return sama sekali.

Oleh karenanya, investor wajib mengetahui pilihan-pilihan investasi apa saja yang sedang menjadi pertimbangan si perusahaaan dan seberapa besar perusahaan akan menggelontorkan uangnya untuk keputusan tersebut.

Namun yang perlu jadi catatan, nilai Investment Opportunity Set tidak dipengaruhi semata-mata oleh proyek investasi saja. Angka ini rupanya juga dipengaruhi kemampuan perusahaan itu sendiri untuk mengambil keputusan investasi tersebut dan meraih keuntungan yang lebih baik dibandingkan kompetitor-kompetitornya.

Bagi perusahaan, kesempatan investasi memang bisa dilihat secara kasat mata, sehingga kesempatan tersebut pun dimanfaatkan oleh segelintir perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Namun, eksekusi dan hasilnya pun kembali bergantung pada kemampuan perusahaan tersebut.

Perusahaan yang gagal mengekploitasi kesempatan-kesempatan itu biasanya akan mengalami pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kesempatan yang hilang.

Sebaliknya, perusahaan yang berhasil memanfaatkan kesempatan investasi itu bisa memperluas skala bisnisnya di masa depan. Nah, perusahaan inilah yang kemudian dianggap mampu memanfaatkan Investment Opportunity Set dengan baik.

Intinya, Investment Opportunity Set mendeskripsikan peluang dan kesempatan investasi sebuah perusahaan. Tetapi, hal itu pun bergantung dengan kemampuan perusahaan mengambil kesempatan itu lewat pengeluaran dan aksi yang dipersiapkan di masa depan.

Baca Juga: Memahami Fungsi dan Cara Hitung Expected Return dalam Investasi

Mengenal Tiga Jenis Pendekatan Investment Opportunity Set

Ada tiga jenis pendekatan Investment Opportunity Set yang bisa dipakai dalam mengukur nilai profitabilitas sebuah aset investasi, yakni proksi berbasis pada harga, pada investasi, dan pada varian.

1. Proksi IOS Berbasis pada Harga

Proksi berbasis harga mengasumsikan bahwa prospek pertumbuhan perusahaan sebagian tercermin dalam valuasi sahamnya saat ini. Dengan kata lain, perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dibanding perusahaan dengan pertumbuhan stagnan.

Beberapa proksi yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

  • Market Value of Equity plus Book Value of Debt: Mengukur nilai pasar ekuitas dan nilai buku utang perusahaan.
  • Ratio of Book to Market Value of Asset: Mengukur rasio antara nilai buku dan nilai pasar aset perusahaan.
  • Ratio of Book to Market Value of Equity: Mengukur rasio antara nilai buku dan nilai pasar ekuitas perusahaan.
  • Ratio of Book Value of Property, Plant, and Equipment to Firm Value: Mengukur rasio antara nilai buku dari aset tetap perusahaan dan nilai perusahaan secara keseluruhan.
  • Ratio of Replacement Value of Assets to Market Value: Mengukur rasio antara nilai penggantian aset dengan nilai pasar perusahaan.
  • Ratio of Depreciation Expense to Value: Mengukur rasio antara beban depresiasi dengan nilai perusahaan.
  • Price Earnings Ratio: Mengukur rasio antara harga saham perusahaan dengan laba per sahamnya.

2. Proksi IOS Berbasis pada Investasi

Proksi Investment Opportunity Set berbasis investasi adalah pendekatan yang menekankan bahwa tingkat investasi yang tinggi sangat berkorelasi positif dengan nilai Investment Opportunity Set perusahaan.

Artinya, perusahaan yang banyak berinvestasi memiliki peluang investasi yang lebih besar. Beberapa proksi yang termasuk dalam kategori ini adalah:

  • Ratio R&D Expense to Firm Value: Mengukur rasio antara biaya riset dan pengembangan dengan nilai perusahaan.
  • Ratio of R&D Expense to Total Assets: Mengukur rasio antara biaya riset dan pengembangan dengan total aset perusahaan.
  • Ratio of R&D Expense to Sales: Mengukur rasio antara biaya riset dan pengembangan dengan penjualan perusahaan.
  • Ratio of Capital Addition to Firm Value: Mengukur rasio antara investasi modal dengan nilai perusahaan.
  • Ratio of Capital Addition to Asset Book Value: Mengukur rasio antara investasi modal dengan nilai buku aset perusahaan.

3. Proksi IOS Berbasis pada Varians

Proksi berbasis varian menyatakan bahwa nilai Investment Opportunity Set dapat diprediksi melalui variabilitas ukuran, seperti variabilitas return yang mendasari peningkatan aset.

Beberapa proksi dalam kategori ini antara lain:

  • VARRET (Variance of Total Return): Mengukur variabilitas total return dari perusahaan.
  • Market Model Beta: Mengukur risiko sistematis dari saham perusahaan dengan menghubungkannya dengan pasar.

Dengan menggunakan proksi-proksi ini, para peneliti dan investor dapat mencoba mengukur dan memahami Investment Opportunity Set suatu perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik dan lebih terinformasi.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: STIE YKPN, STIE Perbanas

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
investasi
Sobat Cuan, Begini Lho Cara Jitu Screening Saham Favoritmu!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1