Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Makroekonomi Kembali Jadi Momok, IHSG & Kripto Terseok-seok

Selamat sore, Sobat Cuan! IHSG & kripto gagal menunjukkan kinerja terbaiknya di awal bulan gara-gara sentimen makroekonomi yang tak kondusif. Lantas, indikator makroekonomi apa yang menyengat kedua pasar tersebut hari ini? Simak di Rangkuman Pasar!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasrah mengawali bulan Oktober dengan wajah pucat pasi. Betapa tidak, ia undur diri dari perdagangan Senin (3/10) mendekati level psikologis 7.000, tepatnya di 7.009,71 poin alias melemah 0,44% dibanding penutupan Jumat (30/9).

Pergerakan IHSG memang sudah terlihat tanpa harapan sejak awal perdagangan. Pasalnya, ia seolah-olah kehabisan bensin untuk melaju ke zona hijau hingga penutupan bursa hari ini.

Kali ini, perilisan data inflasi terkini menjadi biang keladi lesunya performa sang indeks domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mencetak inflasi tahunan sebesar 5,95% di Agustus atau meroket dari 4,7% sebulan sebelumnya.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar rupanya menjadi pendorong utama melambungnya inflasi domestik bulan lalu. Namun demikian, meski kenaikan BBM sudah terjadi pada bulan lalu, namun "efek sampingnya" ke harga transportasi, barang, dan jasa terkait kemungkinan masih akan terjadi di bulan depan.

Nah, berkaca dari potensi tersebut, pelaku pasar pun memilih melakukan aksi jual di pasar modal. Maklum, investasi di pasar berisiko menjadi kurang menggiurkan ketika inflasi masih menjadi momok bagi ekonomi.

Untungnya, sebagian pelaku pasar sudah melakukan priced in terhadap dampak kenaikan inflasi ke BBM sejak bulan lalu. Sehingga, kinerja IHSG tidak terbanting parah pada hari ini.

Selain itu, pelemahan IHSG juga tertahan oleh data indeks manufaktur Indonesia terbaru. Lembaga IHS Markit mencatat skor Indeks Manajer Pembelian (PMI) Indonesia mencapai 53,7 di September, membaik dari 51,7 di Agustus. Ini membuktikan bahwa produktivitas industri manufaktur dalam negeri masih menggeliat di tengah situasi makroekonomi yang amburadul.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Dunia Darurat Resesi, Dolar AS Semakin Unjuk Gigi

Aset Kripto

Sementara itu, harga aset kripto seolah susah bangkit di Senin sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15,14 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Sama seperti pagi tadi, penolakan kaum bear ketika harga BTC mendekati US$20.000 menjadi alasan pelemahan aset kripto dalam sehari terakhir. Pasalnya, mereka merasa bahwa harga BTC belum mencapai titik bottom sebenarnya gara-gara sentimen makroekonomi yang tidak kondusif.

Ya, saat ini, pelaku pasar memang tengah bimbang beraksi di pasar kripto lantaran dihantui ancaman kenaikan suku bunga acuan The Fed yang lebih drastis. Ketakutan itu muncul setelah indikator inflasi yang biasa digunakan The Fed, yakni indeks pengeluaran konsumsi masyarakat (Personal Consumption Expenditure/PCE), melebihi ekspektasi analis pada Agustus.

Lebih lanjut, kecemasan mereka semakin menjadi-jadi setelah jajaran pejabat The Fed silih berganti mengutarakan sikap ngototnya untuk terus mengerek bunga acuan demi mengekang inflasi AS.

Kendati demikian, bukan berarti optimisme Sobat Cuan harus ikut susut. Pasalnya, pergerakan harga BTC dalam beberapa jam terakhir terlihat sedang berjibaku menuju zona hijau meski terlihat sideways. Kondisi ini menjadi cerminan bahwa kekuatan aksi jual dan aksi beli di pasar kripto perlahan mulai seimbang.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Prospek Ekonomi Kian Ngawur, Market Jadi Babak Belur!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait