Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Kabar Sepekan: Dunia Darurat Resesi, Dolar AS Semakin Unjuk Gigi

Selamat akhir pekan, Sobat Cuan! Di bulan baru ini, Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu dengan rentetan kabar ekonomi hits sepekan terakhir, mulai dari hantu resesi yang kembali gentayangan hingga kurs mata uang global yang makin memble!

Rangkuman Kabar Internasional

1. Inggris Pangkas Tarif Pajak, Kurs Poundsterling Longsor ke Titik Terparah dalam 37 Tahun

Nilai tukar Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS sempat menyentuh US$1,03 per 1 Poundsterling pada Senin (26/9), menandai pelemahan nilai tukar Poundsterling terhadap Dolar AS terparah dalam 37 tahun terakhir.

Kebijakan pemerintah Inggris untuk mengerek kegiatan ekonomi melalui pemangkasan tarif pajak paling drastis selama 50 tahun terakhir rupanya menjadi biang kerok peristiwa tersebut.

Pelaku pasar cemas kebijakan itu akan menyunat penerimaan negara Inggris dan membuat negara Eropa itu gagal membayar utangnya. Imbasnya, investor pun minggat dari pasar obligasi pemerintah Inggris dan melumpuhkan kurs Poundsterling terhadap Dolar AS.

2. Harga Minyak Tumbang ke Level Terlemah Sejak Januari Akibat Ancaman Resesi

Setelah berjaya dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia acuan jenis Brent sempat longsor dan bahkan mencapai US$83,65 per barel, alias titik harga terendahnya sejak awal tahun, pada Senin (26/9).

Harga minyak lunglai setelah permintaannya diramal runtuh akibat resesi ekonomi global yang disebabkan oleh "lomba" kenaikan suku bunga acuan bank sentral sedunia.

Namun, harga minyak kembali bangkit menjelang akhir pekan setelah badai Ian diprediksi akan mengganggu produksi minyak dari Teluk Meksiko. Harga minyak pun semakin kokoh menyusul rencana negara pengekspor minyak dunia (OPEC) yang berniat memangkas produksinya.

3. AS Konfirmasi Pertumbuhan Ekonomi Minus di Kuartal II, Resmi Masuk Resesi?

Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (30/9) melaporkan estimasi ketiga, atau konfirmasi final, atas pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2022 sebesar -0,6% secara tahunan. Artinya, ekonomi AS resmi melanjutkan kontraksi setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi -1,6% di kuartal I.

Secara teori, maka AS sejatinya sudah masuk ke fase resesi ekonomi. Sebab, secara teknisnya, resesi terjadi jika pertumbuhan ekonomi berada di zona merah dalam dua kuartal berturut-turut.

4. AS Catat Kenaikan Inflasi dari Segi Belanja Masyarakat

AS mencatat tingkat inflasi berdasarkan nilai konsumsi masyarakat (Personal Consumption Expenditures/PCE) sebesar 0,3% secara bulanan pada Agustus alias membaik dari -0,1% sebulan sebelumnya. Dengan demikian, ada indikasi bahwa daya beli masyarakt AS membaik secara bulanan di Agustus.

Sekadar informasi, data PCE merupakan indikator inflasi acuan bank sentral AS The Fed sebelum menentukan kebijakan moneternya.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Bank Sentral 'Lomba' Kerek Bunga Acuan, Pendiri LUNA Jadi Buronan

Kabar Kripto Sepekan

1. Dibanderol US$4,5 Juta, NFT CryptoPunk Cetak Rekor Harga Baru!

Koleksi Non-Fungible Token (NFT) CryptoPunk mencatat rekor penjualan baru setelah salah satu karyanya, Cryptopunk #2294, berhasil terjual sebesar US$4,5 juta pada pekan ini.

Namun, jika diukur menggunakan aset kripto ETH, nilai lego NFT sebesar 3.300 ETH tersebut menjadi angka penjualan NFT CryptoPunk tertinggi keempat dalam sejarah.

Uniknya, penjualan tersebut terjadi ketika nilai transaksi NFT sedang lesu-lesunya. Di samping itu, tidak ada satu pun yang mengetahui identitas sang pembeli NFT bernilai jumbo itu.

2. Jaringan Chainlink Bakal Tebar 'Staking Rewards' Desember Mendatang.

Platform penyedia data berbasis blockchain Chainlink mengumumkan akan menebar rewards bagi kegiatan staking mulai Desember mendatang. Rencana tersebut diumumkan langsung oleh co-founder Chainlik Sergey Nazarov dalam SmartCon 2022 di New York, Amerika Serikat.

Dengan melakukan staking, penggunanya bisa menikmati jasa-jasa Chainlink berkelas premium seperti penghimpunan data dengan frekuensi lebih banyak dan aplikasi smart contract anti ngadat.

3. NFT Cetakan Jaringan Optimism Siap Mejeng di Lapak NFT OpenSea.

Lokapasar NFT OpenSea pada Selasa (27/9) mengumumkan bakal memajang NFT yang diciptakan di jaringan lapis 2 Ethereum, Optimism. Dengan demikian, maka NFT Optimism bisa mejeng bersama NFT yang berasal dari Ethereum, Solana, Polygon, Klatyn, dan Arbitrum di marketplace NFT kondang tersebut.

4. Jaringan Ritel AS Walmart Siap Debut di Metaverse

Raksasa ritel AS Walmart nyemplung ke kancah Metaverse setelah perseroan bakal menghadirkan dua arena di game Roblox yakni "Walmart Land" dan "Walmart's Universe of Play".

Baca Juga: Pluang Insight: NVIDIA Siap Rilis Produk Anyar, Gimana Prospek Sahamnya?

Rangkuman Kabar Domestik

1. Minuman Soda hingga ‘Energy Drink’ Siap Kena Cukai Mulai 2023?

Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat untuk memasukkan pos penerimaan cukai dari minuman berpemanis dalam kemasan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

Kendati demikian, pemerintah belum merinci tarif serta target penerimaan cukai dari ekstensifikasi tersebut. Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pelaksanaan kebijakan tersebut akan dilakukan sesuai kondisi ekonomi tahun depan.

2. Kurs Dolar AS Sempat Sentuh Rp15.260, Paling Apes dalam Dua Tahun Terakhir

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sempat menyentuh Rp15.260 per Dolar AS pada Rabu (28/9) alias rekor terendahnya sejak Mei 2020.

Rupiah keok setelah nilai Dolar AS semakin perkasa menyusul pelemahan Poundsterling Inggris dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut.

Namun, Bank Indonesia (BI) segera merespons pelemahan nilai tukar tersebut dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing spot, pasar obligasi, dan pasar Non-Deliverable Forward (NDF) domestik.

3. Penerimaan Negara Melesat 50%, Kocek Pemerintah Surplus Rp107 Triliun per Agustus

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia membukukan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp107,4 Triliun per Agustus 2022 atau setara 0,58% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kantong pemerintah semakin tebal setelah penerimaan pajak per periode tersebut menyentuh Rp1.764,8 triliun, meroket 58,1% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu belanja negara di waktu yang sama berada di Rp1.657 triliun atau tumbuh 53,3% dari Agustus tahun lalu.

4. PLN Batalkan Program Konversi Kompor Elpiji ke Kompor Listrik

PT PLN (Persero) pada Rabu (28/9) membatalkan wacana program konversi kompor elpiji 3 kilogram (kg) menjadi kompor listrik. Direktur Utama PLN Darmawan Parasodjo mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan demi menjaga pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Sebelumnya, PLN sempat melempar niatan untuk mengubah kompos gas 3 kg menjadi kompor listrik, bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hanya saja, masyarakat mengkritik tajam kebijakan tersebut karena takut tagihan listrik membengkak mengingat penggunaan daya kompor listrik terbilang besar.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: CNN IndonesiaCNBC IndonesiaReutersBloombergCNBC

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait