Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Sentimen Negatif Bejibun Hajar IHSG & Kripto Tanpa Ampun

Selamat sore, Sobat Cuan! Pasar IHSG dan kripto hari ini kompak babak belur dihantam sentimen negatif yang bejibun. Lantas, apa saja sentimen tersebut? Simak di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan terlunta-lunta. Betapa tidak, ia pasrah terjun ke bawah level psikologis 7.000, tepatnya di 6.994,39 poin pada penutupan Senin (10/10), melemah 0,46% dari penutupan perdagangan Jumat (7/10).

Kinerja IHSG memang sudah tanpa harapan sejak pembukaan perdagangan. Ia tak sedikit pun merangkak ke zona hijau sejak pagi hari.

Sang indeks domestik memang tengah diterpa badai dari banyak arah pada hari ini.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar rupanya tengah giat melakukan aksi jual lantaran khawatir bahwa bank sentral AS, The Fed, masih akan meneruskan pengetatan kebijakan moneternya. Kecemasan itu muncul setelah data ketenagakerjaan AS secara mengejutkan masih unjuk gigi di tengah ancaman resesi ekonomi.

Pada Jumat (7/10), Biro Statistik Ketenagakerjaan AS mengumumkan bahwa sebanyak 263.000 tenaga kerja baru berhasil diserap dunia usaha AS sepanjang September. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis yakni 250.000 tenaga kerja.

Selain itu, tingkat pengangguran AS pun turun ke level 3,5% di bulan yang sama. Data-data tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih "baik-baik saja" sehingga The Fed harusnya masih punya ruang untuk mengerek suku bunga acuannya demi meredam inflasi.

Sementara itu, dari sisi domestik, pelaku pasar juga mulai meragukan daya beli masyarakat Indonesia setelah skor indeks keyakinan konsumen Indonesia berada di 117,2 poin pada September, alias melemah 7,5 persen poin dari bulan sebelumnya. Ternyata, angka ini merupakan yang terlemah sejak April 2022.

Tak ketinggalan, amblesnya harga batu bara lebih dari 6% pada akhir pekan lalu juga ikut menghantam performa saham-saham emiten komoditas tersebut.

Lihat saja, nilai saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melemah 5,31% pada hari ini. Sementara itu, nilai saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masing-masing melemah 4,34% dan 3,26% di waktu yang sama.

Baca Juga: Pluang Pagi: Kripto Gelisah dan Saham AS Pasrah Dihujam Data Ketenagakerjaan

Aset Kripto

Kondisi pasar kripto terlihat stagnan pada Senin sore. Namun, apabila melansir Coinmarketcap pada pukul 15.19 WIB, maka hanya empat dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejatinya masih melaju ke zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.

Laju aset kripto yang seolah-olah jalan di tempat mengindikasikan bahwa tidak ada aksi yang signifikan dari pelaku pasar selama sehari terakhir.

Ya, pelaku pasar nampak ogah bertindak terlalu agresif di pasar kripto karena dihantui rasa takut atas rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed. Rupanya, kecemasan itu kian tebal setelah AS merilis data ketenagakerjaan September pada Jumat (7/10) lalu yang ternyata cukup mengejutkan.

Di samping itu, pelaku pasar juga menanti kinerja pasar saham di awal pekan ini sebelum memutuskan untuk bertindak lebih jauh di pasar kripto. Maklum, trader kripto selalu mengacu kepada kinerja saham AS untuk mendapatkan gambaran terkait selera risiko pelaku pasar secara umum.

Di saat yang sama, pelaku pasar juga ragu-ragu masuk ke pasar kripto setelah nilai indeks Dolar AS kembali berjaya. Sekadar informasi, nilai indeks Dollar AS terpantau di level 112,97 poin pada pukul 15.00 WIB atau meningkat 0,71% dibanding periode yang sama sehari sebelumnya.

Analis menduga, pelaku pasar sepertinya tidak begitu mengkhawatirkan hal tersebut. Namun, pelaku pasar sepertinya lebih mencemaskan kemungkinan penguatan nilai Dolar AS yang lebih kencang menjelang pengumuman data inflasi AS September yang sedianya dirilis pada Kamis (13/10) mendatang.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Market Mencoba Santai Meski Ancaman Ekonomi Mengintai

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait