Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Situasi Serba Tak Menentu, IHSG Melaju Tapi Kripto Lesu

Halo, Sobat Cuan! Kondisi geopolitik dan kabar-kabar buruk menyerang pasar modal domestik dan kripto hari ini. Namun, siapa yang keluar jadi juara dan siapa yang muncul jadi jongos? Simak ulasannya di sini!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memantapkan langkahnya ke zona hijau. Pada Kamis sore (4/8), sang indeks domestik mendarat di 7.057,34 poin atau menguat 0,15% dibanding kemarin.

Hanya saja, perjalanan IHSG hari ini terbilang berliku. Pasalnya, IHSG terlihat mondar-mandir antara zona merah dan hijau sepanjang hari ini.

Di satu sisi, investor diliputi kegelisahan kuat. Mereka takut prospek ekonomi global semakin terpuruk setelah tensi geopolitik antara China, Amerika Serikat (AS), dan Taiwan ternyata kian memanas.

Sekadar informasi, ketegangan ini bermula ketika ketua legislatif AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan dan berkomunikasi dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Selasa (2/8).

Hanya saja, lawatan Pelosi tersebut bikin gerah China. Pasalnya, negara tirai bambu tersebut menganggap AS tidak mengindahkan kedaulatan dan integritas teritorial China dengan bertandang ke Taiwan.

Nah, perkembangan terbarunya, China dikabarkan telah menghujani selat Taiwan dengan proyektil kecil dari instalasi militernya di sekitar wilayah tersebut. Bahkan, AFP juga melaporkan timbulnya suara ledakan keras saat amunisi tersebut ditembakkan.

Untungnya, kecemasan pelaku pasar berubah menjadi optimisme di menit-menit akhir. Sebab, fokus mereka beralih dari kemelut geopolitik ke antisipasi perilisan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan II 2022 yang sedianya dirilis esok (5/8).

Sejauh ini, pelaku pasar yakin Indonesia tidak akan terjeremus ke lubang resesi ekonomi lantaran harga komoditas terlihat kinclong sepanjang kuartal lalu. Bahkan, mereka percaya angka realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan lalu tak bakal menyimpang dari kuartal I, yakni 5,01%.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Dihantam Hujan Kabar Buruk, IHSG & Kripto Ogah Terpuruk!

Aset Kripto

Berbeda dari pagi hari, pasar kripto mulai berbalik arah di sore hari. Melansir Coinmarketcap pukul 15.26 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat "putar balik" ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Sejatinya, pelemahan pasar kripto sore ini sudah bisa ditebak. Pasalnya, reli aset kripto yang terjadi sehari belakangan didorong oleh technical rebound. Yakni, kondisi di mana pelaku pasar mulai capek melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli.

Di samping itu, analis sebenarnya sudah meramal bahwa reli kripto sehari terakhir tak akan berlangsung lama karena lantaran penguatan tersebut tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto sehari terakhir hanya berada di rentang yang sempit.

Namun, apabila menilik dari sisi sentimen, maka pasar kripto sejatinya sedang digeruduk sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri pelaku pasar kian pudar. Salah satu sentimen yang dimaksud adalah rentetan kabar soal peretasan.

Asal tahu saja, jagat kripto melaporkan dua kabar peretasan yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Pada Senin (1/8), jaringan jembatan antar blockchain Nomad mengalami peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab dan diduga menyebabkan kerugian hingga US$190 juta. Sehari kemudian, aset kripto senilai jutaan Dolar AS di dalam hot wallet di jaringan Solana dilaporkan raib mendadak. Sejauh ini, sang peretas diduga masuk dari salah satu wallet jaringan Solana bernama Slope.

Kekhawatiran pelaku pasar kian menebal setelah firma analisis on-chain, Chainanlysis, melaporkan bahwa kasus peretesan di jaringan jembatan antar blockchain menimbulkan kerugian hingga US$2 miliar sepanjang tahun ini.

Kendati mayoritas aset kripto utama tiarap sore ini, tetap saja ada beberapa koin yang naik daun.

Salah satunya adalah Perpetual Protocol (PERP) yang nilainya tumbuh 43,96% dalam sehari terakhir. Ini terjadi setelah jaringan mengumumkan pembaruan jaringan yang bernama vePERP.

Baca Juga: Pluang Pagi: Investor Lagi Punya Nyali, Saham AS & Kripto Berlari!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 130 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait