Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 5 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Perang Masih Jadi Misteri, IHSG dan Kripto Mati Suri

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkulai lemas pada sesi perdagangan hari ini. Hal serupa juga terjadi di pasar kripto yang nampaknya terbaring lemah tak berdaya di waktu yang sama. Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, simak ulasannya di sini!

IHSG

Situasi Lagi Gamang, IHSG Pun Terjungkal

IHSG pamit dari sesi perdagangan Kamis (17/2) di level 6.835,12 poin alias pasrah terserempet 0,22% dibanding kemarin. Dengan demikian, IHSG harus rela finish di zona merah setelah reli dua hari berturut-turut.

Sejatinya, indeks saham hari ini mengalami hantaman sentimen dari luar maupun dalam negeri.

Dari luar negeri, sentimen utamanya masih menyangkut tensi geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Kali ini, pelaku pasar dibuat bingung dengan kepastian jadi atau tidaknya Rusia bakal menyerang Ukraina.

Sumber kegamangan itu datang dari komentar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken yang mengatakan bahwa pihaknya belum melihat bahwa Rusia benar-benar telah menarik mundur pasukannya dari perbatasan Ukraina. Bahkan menurutnya, Rusia justru terus menambah kekuatan militernya di perbatasan.

Komentar tersebut terbilang bertolak belakang dengan komentar Presiden Rusia Vladimir Putin sehari sebelumnya. Pada Selasa (15/2), Putin justru mengaku tidak ingin menyerang Ukraina dan bahkan telah menarik pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencerna hasil risalah rapat The Fed (minutes of meeting) Januari yang secara kasat mata terlihat berbunga-bunga.

Dalam risalah tersebut, The Fed mengatakan baru akan bersikap hawkish jika memang inflasi AS tak terbendung. Hanya saja, pelaku pasar malah yakin bahwa The Fed bakal bersifat agresif mengingat inflasi AS bulan lalu telah menyentuh titik tertingginya sejak 1982.

Nah, ketidakjelasan geopolitik dan kebijakan monter tersebut bikin pelaku pasar galau. Mereka lebih baik memilih untuk minggat dari pasar modal selama memang situasi ekonomi terbilang tidak pasti.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencemaskan penyebaran COVID-19 yang kian menjadi-jadi. Data Satgas COVID-19 Rabu (16/2) menunjukkan bahwa kasus harian baru COVID-19 di dalam negeri telah menyentuh 64.718 kasus. Jika penyebaran COVID-19 terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin pemerintah bakal meresponsnya dengan pembatasan ekonomi yang lebih ketat.

Lebih sialnya lagi, nampaknya hanya IHSG saja yang bernasib apes di kawasan Asia. Tengok saja nilai indeks Hang Seng dan Kospi yang masing-masing menguat 0,30% dan 0,53% sepanjang hari ini.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Omicron Mengganas, IHSG Lemas, Kripto Memanas

IHSG Ambyar, Asing Malah Borong Saham Rp600 Miliar

Meskipun diterpa tekanan yang cukup beragam, pelaku pasar asing terlihat masih doyan mengoleksi saham-saham jagoannya. Buktinya, investor asing mencatat nilai beli bersih (net foreign buy) Rp639,17 miliar di seluruh pasar pada hari ini.

Mereka terlihat paling getol memburu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp164,4 miliar, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp171 miliar, dan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebanyak Rp92,4 miliar.

Di sisi lain, mereka malah gemar melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dilego sebanyak Rp84,7 miliar. Tak ketinggalan, asing juga "jaga jarak" dengan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT MNC Studios International Tbk (MSIN) setelah menjualnya masing-masing sebesar Rp27,3 miliar dan Rp23,3 miliar.

Kabar lainnya, langkah konglomerat Garibaldi Thohir untuk mengakuisisi PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sepertinta sudah semakin dekat.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Direktur Utama TRIM Stephanus Turangan dan Direktur TRIM David Agus mengatakan bahwa Garibaldi Thohir akan mengambil alih sektar 34,64% saham perseroan.

Rumornya, setelah proses akuisisi selesai, TRIM nantinya akan masuk ke dalam ekosistem digital Bank Jago. Kok bisa?

Boy Thohir diketahui menjabat sebagai pimpinan Trinugraha Capital, yang merupakan konsorsium dari Northstar Group Pte Ltd dan TPG Capital. Sekadar informasi, Northstar Group adalah salah satu investor Bank Jago, sehingga langkah untuk mengintegrasikan TRIM ke bank digital tersebut diharapkan akan terbilang mulus.

Aset Kripto

Tak hanya IHSG, aset kripto pun ikut kena tulah pada sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 18.03 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih nangkring di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bercokol di US$43.085,10 alias turun 2,33% dibanding sehari sebelumnya. Pesaing terdekatnya, Ether (ETH), ikutan lunglai 2,5% ke US$3.053,24 di waktu yang sama.

Nasib altcoin lainnya pun tak lebih baik. Tengok saja nilai XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) yang masing-masing amblas 2,37%, 2,53%, dan 3,83%. Tak ketinggalan, nilai Avalanche (AVAX), Terra (LUNA), dan Dogecoin (DOGE) juga susut masing-masing 2,13%, 3,57%, dan 1,73%.

Apa Sentimen Kripto Hari Ini?

Secara umum, kondisi pasar kripto sore ini masih diwarnai aksi pelaku pasar yang menghindari pasar aset berisiko dan memilih untuk membenamkan dana di aset yang lebih aman. Mereka melakukan hal tersebut dalam merespons risalah rapat The Fed yang dirilis Rabu (16/2) serta ketidakpastian mengenai tensi geopolitik di AS.

Selain itu, tekanan aksi jual begitu kencang lantaran para penambang BTC akhirnya mulai melepas keping-keping BTC milik mereka. Hal ini terkonfirmasi dari data Glassnodes yang menunjukkan bahwa penambang BTC berubah status dari net holders menjadi net sellers lantaran tak kuat bersabar menunggu harga BTC mencetak rekor terbarunya.

Tak ketinggalan, sentimen negatif lainnya datang dari sikap pemerintah AS dan Kanada, utamanya dari sisi regulasi.

Di AS, beberapa anggota dewan legislatif negara Paman Sam tersebut tengah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bertujuan mengurangi dampak negatif adopsi BTC El Salvador terhadap stabilitas ekonomi AS.

Sementara itu di Kanada, Kepolisian negara tersebut mengatakan telah membekukan 34 dompet kripto karena diduga menjadi sarana pendanaan atas aksi protes yang dilakukan kelompok supir truk. Aksi tersebut meletus setelah mereka mengeluhkan kebijakan pemerintah Kanada yang mewajibkan vaksin COVID-19 bagi supir truk yang melintasi AS.

Padahal, pasar kripto hari ini sejatinya juga dihujani sentimen positif, utamanya di pasar ETH.

Sepanjang 2021, ternyata jaringan Ethereum menerima 1,53 juta alamat aktif baru setiap bulannya. Di samping itu, content creator platform media sosial Twitter juga kini bisa menerima jenis pembayaran baru, termasuk dalam bentuk ETH, ketika menerima tip dari followers mereka.

Baca juga: Hingga Lebih dari Rp1 T, Kerugian Banjir Bisnis Ritel Diprediksi Paling Besar

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait