Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: Gak Takut Ancaman Perang, IHSG & Kripto Malah Terbang!
shareIcon

Rangkuman Pasar: Gak Takut Ancaman Perang, IHSG & Kripto Malah Terbang!

23 Feb 2022, 10:54 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: Gak Takut Ancaman Perang, IHSG & Kripto Malah Terbang!

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup manis sesi perdagangan hari ini dengan bertengger di zona hijau. Begitu pun dengan aset kripto yang nampaknya cukup semringah di pertengahan pekan. Apa yang terjadi di kedua pasar tersebut, ya? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Gak Takut Ancaman Perang, IHSG Memilih Terbang

IHSG undur diri dari sesi perdagangan Rabu (23/2) dengan bertengger di level 6.920,06 poin, alias ngebut 0,85% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Peristiwa ini sekaligus menandai prestasi terbaru IHSG yang sukses menorehkan rekor tertingginya berulang kali sepanjang pekan lalu.

Uniknya, IHSG sukses menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global seiring tensi antara Rusia dan Ukraina bersama Amerika Serikat (AS) kian memanas. 

Perkembangan terbarunya, AS dan sekutunya akan memblokir sumber-sumber pendanaan barat bagi industri jasa keuangan dan pemerintahan Rusia. Dengan demikian, Rusia kemungkinan besar bakal terisolasi dari arus pendanaan dari negara-negara barat.

Sanksi itu diberikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan pasukan militer Rusia ke dua wilayah Ukraina Timur, Luhansk dan Donetsk, dengan dalih untuk "menjaga perdamaian".

Nah, kabar mengenai penjatuhan sanksi tersebut sejatinya membuat investor khawatir atas prospek ekonomi global ke depan. Di saat-saat seperti itu, investor pun tentu memilih menarik uangnya dari pasar modal dan beralih ke instrumen aset yang lebih aman.

Namun, kondisi demikian tidak terjadi di pasar modal Indonesia. Kenapa demikian?

Sekadar informasi, sanksi ekonomi Rusia telah mengerek harga minyak ke level tertingginya. Tengok saja harga minyak mentah berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang masing-masing terdongkrak 2,91% dan 3,06% kemarin.

Hanya saja, ketegangan geopolitik diramal tak hanya mengerek harga minyak saja, Sobat Cuan. Harga komoditas lain pun bisa jadi bakal meroket seiring mengetatnya suplai dan disrupsi rantai pasok gara-gara dunia lagi gonjang-ganjing.

Nah, kondisi ini bakal menjadi berkah bagi pasar modal Indonesia mengingat sebagian besar emitennya bergerak di sektor komoditas. Apalagi, pelaku pasar tanah air sepertinya juga mulai optimistis terhadap arah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, tak heran jika IHSG malah melejit pada hari ini.

Baca juga: Pluang Pagi: Rusia Kena Sanksi, Aset Kripto Malah Kian Seksi!

Saham Bank Berkilau

Sentimen tersebut bikin pelaku pasar asing semakin getol merangsek masuk pasar domestik. Tengok saja nilai aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) yang tercatat Rp904,52 triliun pada hari ini.

Mereka terlihat paling banyak melahap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp304,4 miliar. Aksi tersebut sukses mendongkrak nilai sahamnya 1,9% ke Rp8.050 per saham.

Tak ketinggalan, investor asing juga mengoleksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp109,5 miliar dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp100,2 miliar. Peristiwa tersebut akhirnya mengerek nilai BBRI dan BBNI masing-masing sebesar 1,13% dan 2,26%.

Saham perbankan nampaknya menjadi tulang punggung indeks domestik hari ini. Maklum, ketika prospek ekonomi dan harga komoditas melejit, perbankan diharapkan bisa kecipratan cuan dari kegiatan ekspansi usaha yang dilakukan perusahaan komoditas di dalam negeri.

Selain itu, saham-saham bank digital juga tak mau kalah tampil memukau. Lihat saja nilai saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) yang menguat 10,92% ke level Rp386 per saham. Tak ketinggalan, nilai saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) masing-masing lompat 2,24% dan 0,78% pada hari ini.

Aset Kripto

Setelah Berhari-Hari Sakit, Aset Kripto Kembali Bangkit

Sama seperti IHSG, bursa kripto pun terlihat menggeliat pada sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 17.44 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses bertengger di zona merah 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) bertengger di US$38.854,56 per keping alias tumbuh 4,66% dibanding sehari sebelumnya. Ether (ETH) pun ikut mengejar. Nilainya naik 6,67% ke US$2.712,87 per keping di waktu yang sama.

Nasib mujur pun menghinggapi altcoin lainnya. Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) masing-masing tumbuh 4,85%, 5,9%, dan 9,21% dalam sehari terakhir. Kemudian, terdapat pula Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Polkadot (DOT) yang nilainya masing-masing beranjak 7,06%, 4,43%, dan 6,02% di waktu yang sama.

Apa Sentimen Kripto Hari Ini?

Secara umum, hijaunya pasar aset kripto sore hari ini masih disebabkan oleh kabar mengenai niatan AS dan negara-negara barat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia. Adapun sanksi yang dimaksud adalah memblokir sumber pendanaan dari negara-negara barat ke industri jasa keuangan dan bank militer Rusia.

Beberapa analis menganggap bahwa hal tersebut akan berdampak baik bagi permintaan aset kripto ke depan. Sebab, seretnya aliran dana dari negara barat tentu akan membuat Rusia mencari sumber pendanaan alternatif eksternal lain, termasuk aset kripto.

Apalagi, hal ini juga membuka kemungkinan bagi pemerintah Rusia untuk menyediakan regulasi aset kripto yang lebih akomodatif.

Selain itu, sentimen positif aset kripto lainnya pun datang dari masing-masing jaringan blockchain.

Jaringan Terra, misalnya, mengumumkan telah menggaet pendanaan US$1 miliar untuk menggunakan BTC sebagai "aset reserve" demi menstabilkan nilai stablecoin-nya yang bernama UST. Kabar ini sukses bikin nilai koin native-nya, LUNA, loncat 15,52% dalam sehari terakhir.

Kabar lainnya juga datang dari jaringan Avalanche. Investor institusi nampaknya lagi kepincut untuk menggenggam koin native-nya, AVAX, terbukti dari nilai aliran modal masuk ke pasar AVAX sebesar US$25 juta pada pekan lalu.

Kabar tersebut pun sukses mengangkat nilai AVAX 13,08% dibanding sehari sebelumnya.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Bolak-Balik Revisi Aturan JHT, Rusia Bikin AS Makin Bete!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1