Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: Tekanan Pasar Kian Berat, IHSG Kiamat, Kripto Jalan di Tempat
shareIcon

Rangkuman Pasar: Tekanan Pasar Kian Berat, IHSG Kiamat, Kripto Jalan di Tempat

4 Jul 2022, 8:31 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: Tekanan Pasar Kian Berat, IHSG Kiamat, Kripto Jalan di Tempat

Selamat sore, Sobat Cuan! Situasi pasar lagi serba gonjang-ganjing, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sementara aset kripto terlihat gitu-gitu aja. Kenapa ya? Simak di sini!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hari ini. Nilainya bertengger di 6.639,17 per keping atau ambyar 2,28% dibanding penutupan Jumat kemarin.

IHSG memang terlihat tak bisa selamat sepanjang hari ini. Pasalnya, nilainya selalu berada di zona merah sejak awal hingga akhir sesi perdagangan.

Sang indeks domestik luluh setelah pelaku pasar gencar melakukan aksi jual hari ini. Adapun pangkal kekhawatiran mereka adalah inflasi tahunan Indonesia yang akhirnya mencapai 4,53% di Juni alias lebih tinggi dari target Bank Indonesia (BI) yakni 2,5% hingga 4,5%.

Pelaku pasar takut bahwa inflasi akan mengerek biaya bahan baku produksi. Selain itu, inflasi juga bisa melemahkan nafsu belanja masyarakat. Nah, dua hal itu ditakutkan akan memperburuk kinerja keuangan emiten-emiten dalam negeri.

Selain itu, inflasi yang kian meroket tentu akan mendorong BI untuk segera mengerek suku bunga acuannya dari level saat ini 3,5%.

Tak hanya karena perkara inflasi, pelemahan IHSG hari ini juga disebabkan oleh keoknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs Rupiah kini mendekati Rp15.000 per Dolar AS, atau tepatnya di Rp14.956 per Dolar AS.

Pelemahan nilai tukar Rupiah tentu mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual. Maklum, mereka tentu bakal merasa aman menggenggam nilai Dolar AS ketimbang berkecimpung di pasar aset berisiko ketika kurs Rupiah amburadul.

Baca Juga: Pasar Sepekan: Kena Tekanan Bertubi-tubi, Market Jadi Tak Punya Nyali!

Aset Kripto

Sementara itu, pasar kripto terlihat menghijau di Senin sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.16 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Tapi, meski kondisi pasar kripto terlihat menjanjikan, namun Sobat Cuan jangan terkecoh. Pasalnya, nilai beberapa aset kripto sore hari ini terlihat jalan di tempat, atau bahkan lebih buruk dibanding sepekan sebelumnya.

Analis mengatakan, pelaku pasar memang tengah malas melakukan price actions terhadap harga aset kripto lantaran Amerika Serikat (AS) memasuki hari libur nasional pada Senin (4/7). Ya, warga AS pada hari ini merayakan tanggal merah memperingati hari kemerdekaan AS.

Selain itu, sentimen pasar kripto masih diliputi kekhawatiran mengenai rentetan drama yang terjadi di jagat kripto.

Kamis kemarin, otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission) menolak permintaan perusahaan manajemen investasi Grayscale Investment untuk mengubah produk dana amanah Bitcoin miliknya bernama GBTC senilai US$13,5 miliar menjadi produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis BTC spot.

Selain itu, pelaku pasar juga khawatir bahwa drama likuidasi yang menyeret firma modal ventura kripto top, Three Arrows Capital (3AC), akan menjalar ke satu sistem pasar kripto.

Tiga pekan lalu, 3AC diisukan akan melikuidasi asetnya lantaran terjerat gagal bayar utang (insolvency). Bahkan, perkembangan terbarunya, pengadilan British Virgin Island telah menginstruksikan perseroan untuk melakukan likuidasi yang dimaksud.

Buntut dari peristiwa itu pun terjadi pekan lalu. 

Salah satu broker aset kripto Voyager Digital Ltd. pada Jumat kemarin mengumumkan suspensi atas trading, deposit dan penarikannya. Sementara itu, BlockFi, salah satu platform pinjam-meminjam aset digital, memiliki potensi untuk diakuisisi oleh FTX. Keduanya merupakan perusahaan yang punya afiliasi kuat dengan 3AC.

Untungnya, tetap saja ada kabar bahagia di tengah kabar tak sedap.

Kemarin, pengembang Cardano, Input Output Hong Kong (IOHK) mengumumkan telah melakukan hard fork atas jaringan uji cobanya. Dengan demikian, maka jaringan Cardano tinggal selangkah lagi merealisasikan mimpinya untuk melakukan hard fork Vasil.

Baca Juga: Kabar Sepekan: Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Indonesia Kena Ancaman Inflasi!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1