Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG & Kripto Gak 'Hepi' Jelang Rilis Data NFP

Selamat sore Sobat Cuan! Bukannya tenang, perasaan investor makin deg-degan jelang akhir pekan gara-gara menanti perilisan data ketenagakerjaan AS. Lantas, gimana performa IHSG dan kripto jelang penerbitan laporan yang dimaksud? Simak di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menyerah setelah reli kencang dalam tiga hari beruntun. Nilainya tenggelam ke 7.026,78 poin pada penutupan Jumat (7/10), turun 0,7% dibanding sehari sebelumnya.

Hari ini memang bukan hari baik bagi sang indeks domestik. Tengok saja, ia sama sekali tak menunjukkan daya dan upaya untuk kembali menyembul ke zona hijau sepanjang hari ini.

Namun, rupanya tak hanya IHSG saja yang berkecil hati pada hari ini. Pasalnya, teman-teman bursanya di kawasan Asia juga tak berkutik. Lihat saja, nilai indeks Nikkei225 Jepang dan STI Singapura kompak melemah kurang dari 1%. Sementara itu, nilai indeks Hang Seng terjungkir lebih dalam 1,51% pada hari ini.

Dengan demikian, maka sentimen eksternal dipastikan menjadi sengatan bagi performa IHSG.

Ternyata, pelaku pasar seantero dunia sedang galau menanti perilisan data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) hari ini. Pasalnya, data itu tak hanya mencerminkan kondisi ekonomi AS saat ini, namun juga bisa memberi gambaran mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Bagi pasar domestik, sentimen eksternal bisa menjadi kunci bagi selera risiko pelaku pasar asing. Jika The Fed berulah lagi, maka aliran dana kencang bisa mengalir deras dari bursa tanah air.

Nah, kepanikan itu membuat investor berbondong-bondong melepas saham domestik, utamanya saham perbankan berkapitalisasi jumbo.

Nilai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, melemah 2,67% pada hari ini. Nilai saham duo bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga melorot masing-masing 1,55% dan 1,4% di waktu yang sama.

Baca Juga: Pluang Pagi: Kripto & Saham AS Tertekan Menanti Data Ketenagakerjaan

Aset Kripto

Cuaca mendung masih menggantung di langit pasar kripto sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 15.25 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih terjebak di zona merah jika diukur dalam 24 jam terakhir.

Sama seperti tadi pagi, pelaku pasar masih belum pede untuk all out di pasar kripto karena menanti perilisan data ketenagakerjaan AS mengingat mereka bisa mengukur agresivitas kenaikan suku bunga acuan The Fed ke depan melalui data tersebut.

Apalagi, sentimen mengenai maju-mundur kebijakan The Fed berhasil mengobok-obok emosi investor sepanjang pekan ini.

Awalnya, pelaku pasar tersenyum semringah setelah menyadari kebijakan moneter The Fed akan sedikit longgar menyusul lesunya data manufaktur dan pembukaan lowongan pekerjaan AS. Namun, raut mereka berubah kecut menyusul komentar beberapa pejabat The Fed yang masih menginginkan kenaikan suku bunga acuan demi mengekang inflasi.

Selain menanti data ketenagakerjaan, keperkasaan nilai Dolar AS juga menjadi batu sandungan bagi laju harga kripto sore hari ini. Sekadar informasi, nilai indeks Dolar AS berada di 112,13 atau meningkat 1,1% dari periode sama sehari sebelumnya.

Kabar lain yang mempengaruhi sentimen pasar hari ini muncul dari platform exchange Binance.

Siang ini, Binance mengumumkan telah melanjutkan operasi jaringan blockchain-nya, Binance Smart Chain (BSC), setelah dihentikan sementara sejak Kamis (6/10) gara-gara disinyalir menjadi target peretasan.

Bahkan, bukti on-chain menunjukkan bahwa sang pelaku kemungkinan berniat mencuri 2 juta token kripto yang tersimpan di protokol BSC.

Berdasarkan data aktivitas terkini, BNB Chain memang mengakui terdapat aset kripto senilai US$100 juta hingga US$110 juta yang keluar dari jaringan tersebut pada saat itu. Namun, di saat yang sama, protokol telah membekukan transfer dana senilai US$7 juta sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Mulai Gamang, IHSG Tenang Tapi Kripto Bimbang

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait