Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: IHSG Masih Tetap Berjaya, Kripto Masuk Fase Waspada

Selamat sore, Sobat Cuan! IHSG dan aset kripto kembali unjuk gigi di sore hari berkat antisipasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Kendati begitu, situasi pasar kripto kini sejatinya memasuki fase kewaspadaan! Apa sebabnya? Simak di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tersenyum lebar pada hari ini. Ia sukses undur diri dari sesi perdagangan Rabu (5/10) di 7.075,38 poin atau menguat 0,04% dibanding sehari sebelumnya.

Sepertinya, semesta tengah mendukung penguatan IHSG hari ini. Buktinya, ia tak sedikit pun mampir ke zona merah dari awal hingga akhir perdagangan.

Hanya saja, tak cuma IHSG saja yang ketiban mujur. Pasalnya, bursa di kawasan Asia juga ikut unjuk taring pada hari ini. Sebagai contoh, nilai saham Nikkei225 Jepang dan STI Singapura kompak menguat di bawah 1%. Sementara indeks Hang Seng Hong Kong tampil memukau setelah menanjak 5,81% pada hari ini.

Dengan demikian, sentimen eksternal tampaknya menjadi faktor utama bagi keperkasaan IHSG.

Dalam sehari terakhir, pelaku pasar memang getol merangsek masuk pasar aset berisiko. Pasalnya, mereka yakin bahwa The Fed akan bersikap lebih jinak dalam menentukan kebijakan moneternya menyusul rentetan data ekonomi AS yang kian hari kian belepotan.

Kemarin, Biro Statistik Ketenagakerjaan AS menyebut, dunia usaha AS membuka 10,05 juta lowongan pekerjaan pada Agustus. Angka tersebut ternyata lebih rendah daripada ekspektasi analis 10,77 juta dan merosot dibanding sebulan sebelumnya 11,17 juta lowongan.

Menariknya, data itu terbit sehari setelah Institute for Supply Management (ISM) merilis data yang mengindikasikan pelemahan produktivitas industri manufaktur di Negara Paman Sam tersebut.

Nah, jika kondisi itu dibiarkan berlarut-larut, maka ekonomi AS bisa semakin terjerembab ke jurang resesi. Sehingga, pelaku pasar berharap The Fed bisa merespons kondisi itu dengan merilis kebijakan moneter yang akomodatif.

Sementara itu, sentimen positif dari dalam negeri muncul dari keputusan pemerintah terkait kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kemarin mengumumkan telah menambah kuota BBM jenis Pertalite sebesar 6,86 juta kiloliter (kl) dan Solar sebanyak 2,73 juta kl demi memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.

Kebijakan itu diharapkan dapat meredam kelangkaan pasokan dua jenis BBM tersebut, sehingga masyarakat tak perlu terpaksa beralih ke BBM dengan banderol lebih mahal. Hal ini, nantinya, diharapkan dapat memperlambat laju inflasi domestik yang pada September sudah menyentuh 5,95% secara tahunan.

Baca Juga: Pluang Pagi: The Fed Diramal 'Selow', Saham AS & Kripto Kompak Menghijau!

Aset Kripto

Pergerakan aset kripto masih adem ayem di Rabu sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.17 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Sama seperti pagi tadi, pasar kripto masih ditopang oleh selera risiko investor yang tengah membaik, menyusul antisipasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed gara-gara buruknya data makroekonomi AS.

Kendati demikian, aksi borong tampaknya perlahan pudar di pasar kripto. Hal itu terbukti dari persentase penguatan aset kripto sore ini yang melambat dibanding posisi Rabu pagi.

Beberapa analis menduga, pelaku pasar sepertinya mulai mengantisipasi kembalinya penguatan nilai Dolar AS menjelang perilisan data penyerapan tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) Jumat (7/10) mendatang.

Jika data tersebut tak sesuai harapan, maka ada kemungkinan The Fed masih akan ngotot mengetatkan kebijakan moneternya. Imbasnya, nilai indeks Dolar AS, yang selama ini jadi musuh sengit aset kripto, akan kembali berjaya.

Di samping itu, pelaku pasar juga menanti perilisan laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi AS sepanjang bulan ini. Maklum, pelaku pasar selama ini menganggap profil risiko aset kripto serupa dengan saham teknologi berkategori growth stocks.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Sentimen Makro Bikin Hepi, IHSG & Kripto Unjuk Gigi!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait